0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KPU Solo Masih Bahas Zona Pemasangan Alat Peraga Kampanye

Didik Wahyudiono, Ketua KPU Solo periode 2008-2013 (Dok.Timlo.net/Daryono)

Solo —  Meski Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 15/2013 segera diberlakukan pada 28 September ini, hingga kini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo belum memutuskan zonanisasi pemasangan alat peraga kampanye. KPU bersama Pemerintah Kota (Pemkot) masih membahas zona mana yang diperbolehkan untuk memasang alat peraga kampanye .

PKPU No 15/2013 merupakan perubahan atas PKPU No 1/2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye. Dalam PKPU N0 15/2013 itu disebutkan parpol dan calon legislatif (caleg) hanya boleh memasang baliho di satu titik di tiap kelurahan.

Ketua KPU Solo Didik Wahyudiono mengatakan pihaknya masih membahas zona mana yang diperbolehkan untuk pemasangan alat peraga kampanye. “Kami masih membahas hal ini dengan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA), Kesbangpol, Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) dan Satpol PP. Pembahasan itu untuk menyepakati zonanisasi,” katanya kepada wartawan, Rabu (25/9).

Zonanisasi itu, lanjutnya, agar nantinya disepakati titik mana yang diperbolehkan di satu kelurahan. Di contohkannya, misal untuk Kelurahan Manahan, di titik mana yang boleh disepakati sehingga ada kesepakatan bersama.

“Jadi, kalau nantinya pemasangan alat peraga di luar titik yang disepakati itu, maka tidak akan ada ampun. Termasuk yang dipohon-pohon akan ditertibkan semua,” tegasnya.

Ditambahkannya, PKPU No 15/2013 itu agar kota tidak kumuh dengan banyaknya alat peraga kampanye. Selain itu, PKPU itu juga mendorong caleg agar turun ke masyarakat dan tidak hanya mengandalkan sosialisasi melalui pemasangan baliho.

Setelah nantinya ada kesepakatan zona, lanjut Didik, KPU akan segera memberikan sosialisasi kepada parpol titik mana saja yang boleh untuk dipasangi alat peraga kampanye. “Pasti nantinya ada sosialisasi,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge