0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidang Kasus Penggelapan, Dosen Unisri Dituntut Pidana 2 Tahun 3 Bulan

Solo — Sidang kasus dugaan penggelapan uang senilai Rp 25 juta yang menyeret dosen Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Saiful Bahri (49) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Rabu (25/9). Dalam agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini, terdakwa dituntut dengan pidana kurungan selama 2 tahun 3 bulan.

Tuntutan yang dilontarkan JPU Sutarno,  ini sebagaimana diatur dalam Pasal 374 dan atau 372 KUHP tentang Penggelapan. Dari informasi yang dihimpun, warga Kalikepunton, Jagalan, Jebres, Solo ini didakwa telah menggelapkan uang bosnya di CV Lymarais.

Perkara ini berawal ketika terdakwa diberi uang oleh Sylya Ahmad (47) warga Pasar Kliwon, Solo, sebesar Rp 25 juta untuk membuka toko elektronik pada 2010 lalu. Namun, lantaran berselisih Sylya memutuskan tidak jadi membuka toko, dan meminta terdakwa untuk mengembalikan barang yang sudah terlanjur dibeli. Namun, hingga batas waktu tertentu terdakwa tidak mengembalikan barang-barang itu. Hingga akhirnya Sylya melaporkan terdakwa ke Polresta Solo pada November 2011.

Sementara penasihat hukum terdakwa Argo Triyulianto Nugroho mengatakan, terdakwa sudah beberapa kali menghubungi Sylya untuk menggembalikan barang, tetapi tidak pernah ada jawaban.

“Sebenarnya Klien kami sudah menghubungi pihak Sylya, untuk menggembalikan barang tersebut, tetapi tidak pernah ada jawaban,” kata Argo di depan Majelis Hakim Eni Indriyartini, Hery Tri, dan Sih Yuliartini.

Sidang ditunda 1 minggu kedepan, untuk mendengarkan pembelaan dari kuasa hukum terdakwa.
“Kami akan menyiapkan pembelaan, dengan memperhatikan fakta-fakta yang terungkap di persidangan ini,” pungkas Argo usai persidangan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge