0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hubungan Antara Raja, Pujangga dan Dalang dalam Keraton Solo

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo —  Tokoh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Drs KGPH Dipokusumo menyatakan, peran pujangga di Keraton ternyata sangat sentral dan memiliki suatu nilai kekhususan yang sangat sulit untuk digantikan.

“Hal itu dapat dilihat di setiap waktu kurun waktu kerajaan setiap raja tidak memiliki pujangga,” jelas Dipokusumo saaat berbicara Peran Pujangga dalam perjalanan sejarah Karaton Surakarta Hadiningrat, di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (25/9).

Lima poin penting yang masuk dalam area kerja pujangga, menurut Dipokusumo, adalah sastra, basa (bahasa), gendhing, beksa dan nagara yang mengandung ajaran bagaimana bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, nasehat seorang pujangga sangat dipercaya oleh raja, dan menjadi salah satu dasar dalam mengambil keputusan yang pelik. Kedekatan personal pujangga kepada raja hampir menyamai kedekatan patih atau perdana menteri. Elain pujangga, pegawai menengah lainnya yang memiliki kedekatan istimewa dengan raja adalah abdi dalem dalang atau pelaku utama dalam pertunjukkan wayang kulit.

Jadi hubungan antara dalang, pujangga dan raja sangat dekat sekali. Raja sebagai pemilik kebijakan apabila akan disampaikan kepada rakyat salah satu caranya adalah melalui pertunjukan wayang kulit, kemudian dalang menyampaikan kebijakan-kebijakan itu sesuai dengan lakon yang disampaikan oleh pujangga kepada raja.

Selain menjadi penasehat raja melalui kemampuan spiritualnya, menurut Dipokusumo, pujangga juga memiliki peran sebagai pendokumentasi peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di masa itu.

“Melalui media tulisan, pujangga merekam peristiwa-peristiwa dengan tulisan yang dihias dengan kata-kata indah dan tembang-tembang yang berirama,” ujarnya.

Pujangga karena memiliki peran yang sangat penting dalam system kerajaan terutama budaya Jawa khususnya Karaton Surakarta Hadiningrat, pada masa Pakubuwana XII pernah mewacanakan adanya suatu kelompok atau wadah tertentu yang kemungkinan bisa melahirkan seorang pujangga.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge