0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kandung Amoniak Tinggi, Tinja Babi Baik Dijadikan Biogas

Warga menggelar aksi demo menolak keberadaan kandang babi (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri —  Tinja babi disebut sebagai penghasil amoniak paling tinggi di antara hewan lainnya, bahkan lebih tinggi dari manusia. Dan perlakuan yang tepat untuk mengelola tinja babi adalah diolah menjadi biogas.

Demikian diutarakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri, Widodo di ruangannya, Rabu (25/9). Pernyataan Widodo disampaikan untuk menjawab pertanyaan wartawan terkait dampak kesehatan dari keberadaan ternak babi yang didemo warga Jatisrono, Selasa (24/9) kemarin.

“Selain amoniak, tinja babi juga mengandung endol, skatol, dan belerang paling tinggi ketimbang sapi, atau manusia. Jadi baunya lebih menyengat, dan perlakuan yang tepat untuk tinja babi adalah diolah menjadi biogas dulu. Baunya menjadi hilang bahkan bisa dimanfaatkan,” kata Widodo.

Pengelolaan menjadi biogas dijelaskan Widodo, dimulai dengan pengaliran tinja dari kandang menuju septic tank tertutup. Dari septic tank itu, tinja selanjutnya disalurkan melalui pipa, dan diolah sebagai bahan bakar kompor masak atau lampu penerangan.

“Kalau dibuang begitu saja ke saluran sungai, sangat berbahaya dan dilarang. Bisa mencemari lingkungan, bahkan menimbulkan penyakit, seperti cacing pita. Kemudian, air bercampur tinja babi basah, ketika berada di areal persawahan, bisa merusak tanaman karena kandungan amoniak dan belerang itu,” tandasnya.

Meski sudah dikelola menjadi biogas, warga di sekitarnya wajib tetap menerapkan perilaku sehat. Misalnya, membuat sumur dengan jarak minimal 10 meter dari titip septic tank.

“Jika ada keluhan kesehatan yang dianggap warga disebabkan oleh tinja babi, silahkan menghubungi puskesmas setempat. Kalau tentang flu babi sampai saat ini belum ada temuan,” pungkasnya.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge