0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gatot: Agenda KONI Wajib Diikuti Pengcab

Ketua Umum KONI Kota Surakarta periode 2013-2017, Gatot Sugihartono (kiri) dan Sumartono Hadinoto. (Timlo.net / Aryo)

Solo —  Buntut absennya dua pengurus cabang (Pengcab) yakni Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Solo dan Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI Solo, dalam mengikuti tes fisik menjelang Porprov, membuat KONI akan menahan dana insentif bagi atletnya. Ha tersebut lantas membuat dua pengcab tersebut, terutama PRSI kecewa.

Bahkan Ketua Pengkot PRSI Solo, Devy Rachyuanto menyatakan bahw KONI hanyalah sebagai fasilitator dan bukan perusahaan. Menurutnya, KONI tidak berhak mengurusi hak dan kewajiban Pengcab. Termasuk menahan dana insentif bagi kami itu jelas bukan wewenang dari KONI. Devy menegeaskan bahwa absennya PRSI di latihan fisik, lantaran sedang mengikuti kejuaraan di Jakarta dan Semarang,

Hal tersebut ditanggapi Ketua Umum KONI Kota Solo, Gatot Sugihartono. Ditegaskan, setiap anggota KONI mempunyai hak dan kewajiban yang harus dijalani. “Ini bukan masalah KONI mau mengatur atau tidak. Tapi menjadi anggota organisasi apapun termasuk KONI setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang harus dijalani. KONI tidak pernah mengatur Pengcab, itu sudah diatur oleh Undang-Undang,” tegas Gatot, Selasa (24/9).

Mengenai alasan PRSI yang absen di dua latihan fisik, Gatot mengungkapkan bahwa KONI tetap menahan dana insentif selama lima bulan itu, karena menganggap pengkot yang bersangkutan tak menyertai izin tertulis saat absen. “Kita ini kan organisasi, kalau memang tidak bisa datang ya harus ada izin tertulis secara resmi. Jangan hanya sekedar lisan, tapi pakai system administrasi yang resmi. Apalagi kemarin (saat latihan fisik) ada atlet renangnya tapi tidak ikut berlatih karena tidak diperbolehkan Ketuanya (Devy Rachyuanto),” tambah Gatot.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge