0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

TO Kasus Narkoba Ditangkap saat Nongkrong di Pos Kamling

Tersangka kasus Narkoba (orange) ditahan di Mapolresta Solo. (Dok.Timlo.net/ Heru Murdhani)

Solo — Lebih dari sepekan ini Polresta Solo menggelar operasi Antik (Anti Narkotika). Operasi ini dikhususkan untuk menangkap sejumlah orang yang menjadi Target Operasi (TO) Polisi. Hasilnya dua pengguna Narkoba ditangkap di tempat berbeda.

Dua tersangka Narkoba itu adalah D dan R. D ditangkap saat nongkrong di Pos Ronda Rejosari Rt 1 Rw 13, Gilingan, Kamis (12/9) jam 00.15 WIB. Dari penangkapan itu, Polisi menyita barang bukti berupa 1 paket ganja kering ukuran besar yang terbungkus lakban, 1 paket ganja ukuran sedang, 2 linting ganja, serta uang tunai Rp 300 ribu.

Menurut pengakuan tersangka, pihaknya mendapatkan ganja dari temannya T (19) di Jakarta.

“Saya dapatnya dari T, orang Kalimalang Jakarta Timur. Dia titip kepada saya waktu nonton U19, katanya setelah 2 hari mau diambil,” ungkap warga Gilingan ini.

Selain menangkap D, Polisi juga menangkap R (21) warga Rejosari Rt 01 Rw 15 Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari Solo, Selasa (17/9) sekitar pukul 17.20 WIB. Dari penangkapan ini semula Polisi hanya menyita 1 bungkus kecil sabu di saku celananya. Namun, setelah melakukan penggeledahan di rumah R, Polisi menemukan 4 plastik kecil berisi sabu di rumah tersangka. Menurut tersangka, sabu tersebut dibeli dengan cara transfer dari laki-laki berinisial W, seharga Rp 1.250.000. Sabu diserahkan di depan makam Bonoloyo.

Kapolresta Solo, AKBP Iriansyah mengatakan, operasi ini memang diadakan untuk menangkap TO dan mengurangi penyakit masyarakat (Pekat). Untuk itu, pihaknya dengan tegas menyatakan tidak ada ampun bagi tersangka kasus Narkoba, baik itu masyarakat umum maupun anggota Polisi.

“Terbukti operasi Antik ini berhasil, dari 4 TO sudah tertangkap 2 TO. Meskipun nanti operasi ini selesai, kita akan tetap mengoptimalkan anggota untuk mengurangi penyakit masyarakat. Saya juga sudah meminta provos untuk mengetes anggota (Polisi–Red), supaya kita juga bersih dari Narkoba,” ujarnya.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 144 ayat 1 KUHP atau pasal 111 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge