0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jenang Krasikan, Kenyal, Lembut, dan Ngangeni

Jenang Krasikan (Dok.Timlo.net/ Sahid B Susanto.)

Sukoharjo — Kenyal tapi lembut. Itulah jenang Krasikan, menu khas asal dusun Kedung Gudel Sukoharjo yang masih eksis meskipun makanan serba instan meraja lela. Rasanya yang khas dengan taburan ketan lembut membuat penikmatnya ngangeni untuk mencicipi.

Salah satu penerus pembuat jenang krasikan di wilayah Kedung Gudel, Supardi (65) masih menekuni usaha keluarga yang turun temurun sejak tahun 1940 tersebut. Ia masih mempertahankan cita rasa asli jenang krasikan yang awalnya di buat oleh kakeknya. Tanpa dicampur bahan kimia, jenang buatannya bisa bertahan hingga 10 hari.

“Kalau untuk rasa kami tidak owah-owah. Resepnya masih sama dengan peninggalan simbah. Kalau ditempat lain, jenang krasikan telah di adopsi dengan jenang-jenang yang lain,” ujar Supardi.

Cara pembuatan jenang krasikan tidak terlalu rumit. Bahan yang dibutuhkan hanya berupa beras ketan, kelapa dan gula jawa. Beras ketan di goreng tanpa minyak dengan kuali tanah, kemudian di giling dengan alat penggilingan yang merupakan peninggalan turun temurun. Alat penggilingan dari batu itu, mampu membuat butiran lembuh beras ketan. Sementara gula jawa dan kelapa di masak dalam satu wajan hingga membentuk adonan.

Hingga proses terakhir yakni pencetakan, adonan kelapa dan gula jawa di campur dengan butiran lembut beras ketan dan di taruh dalam cetakan kayu. Jenang krasikan buatan Supardi dipasarkan di sejumlah pasar tradisional seperti Sukoharjo, lengking dan Jatisrono wonogiri.

“Kalau harganya itu bervariasi tergantung besar kecil ukurannya. Kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu,” ucap Supardi.

Pada musim-musim tertentu seperti Lebaran atau hari raya, Ia sering kali menerima pesanan yang cukup banyak. Biasanya untuk sajian lebaran, ataupun oleh-oleh bagi para perantau.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge