0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Final Putra Putri Batik Nusantara 2013

Rory Wardhana Terinspirasi Putra-Putri Keraton Solo

Dafi kiri pembaca, PR The Sunan Hotel Solo Retno Wulandari, Viky Diacahnya, Perancang Busana Solo Rory Wardhana, dan Finalis Putra-putri Solo 2010 Elizabeth Yuniar. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Kesuksesan Viky Diacahnya yang melaju ke babak final Putra Putri Batik Nusantara 2013 tak lepas dari sentuhan karya desainer terkenal Kota Solo, Rory Wardhana. Melalui sentuhan karyanya yang mengusung tema batik Parang Keling Kusumo tersebut dirinya mampu lolos dari babak penyisihan, mengalahkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya memilih motif batik Parang ini karena merupakan motif tertinggi dalam dunia batik. Selain keindahan, filosofi batik motif parang ini sangat kental dan memiliki nilai yang mendalam,” papar Rory dalam Jumpa Pers dengan wartawan mendampingi Viky Diacahnya yang diadakan di Imperial Taste The Sunan Hotel Solo, Selasa (24/9) siang.

Dijelaskan Rory, kostum yang dihasilkannya terinspirasi dari tradisi putra-putri Keraton Solo yang mengenakan batik corak parang untuk busana keseharian mereka. Disamping itu, dirinya juga merancang sebuah kostum dengan ciri khas yang unik, yakni menambahkan ‘sap’ pada lengan busana batik yang dikenakan oleh Viky. Di bagian leher, dirinya menambahkan kerah dengan hiasan motif ‘kangkungan’, sehingga menegaskan kesan Jawa yang sangat kental.

“Untuk busana yang dipakai Viky kemarin, saya menambahkan sap dan kerah motif kangkungan, sehingga makin kental sentuhan tradisi, namun terkesan kontemporer,” ungkap Rory.

Disainer pengalaman ini juga mengatakan, untuk memenangkan ajang tersebut, dirinya telah menyiapkan 15 karya busana rancangannya mendampingi Viky Diacahya dalam masa karantina hingga malam final pada tanggal 2 Oktober nanti. Dengan mengusung corak Parang Seling Kusumo dan perpaduan warna Sogan, dirinya yakin Viky akan memancarkan kesan tradisi ditengah modernisasi dan sentuhan kreasi yang mengakar pada budaya dan kearifan lokal Solo.

Sementara itu, Viky Diacahya menuturkan dirinya mantap memilih Rory karena ia menilai selama ini karya-karya yang dihasilkannya tak lepas dari culture dan eksplorasi sejarah budaya Jawa. Tak hanya itu, karya-karya Rory dinilainya memancarkan kekhasan unsur lokal Solo, dimana hal itu tersirat pada tiap-tiap simbol yang diusungnya dalam tiap-tiap karyanya.

“Hasil rancangan busana Mas Rory ini selalu membuat saya terkesima. Karena, disetiap karya-karyanya dirinya selalu menyisipkan unsur-unsur budaya dan eksplorasi keindahan culture budaya khas Solo,” terang dara yang memiliki tinggi 175 cm tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge