0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Final Putra-putri Batik, Viky Diacahnya Bawa Batik Parang

Viky Diacahnya, finalis Putri Batik Nusantara 2013. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Viky Diacahnya (22), perempuan asal Wonogiri berhasil menyisihkan pesaing-pesaingnya dalam ajang Pemilihan Putra-putri Batik Nusantara 2013. Finalis yang mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam ajang yang digagas oleh Ikatan Pecinta Batik Nusantara (IPBN) dan didukung oleh Kementerian Pariwisara dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia tersebut akan bertarung dengan 28 finalis dari berbagai daerah di Indonesia.

Perempuan kelahiran Wonogiri, 7 Agustus 1991 itu bercita-cita ingin mengenalkan batik ke seluruh penjuru Indonesia. Tak hanya itu, dengan mengusung motif Batik Parang, dirinya juga ingin mengenalkan busana adi luhung khas Jawa tersebut sampai ke penjuru dunia.

“Jika menjadi pemenang nanti, saya akan mengenalkan filosofi corak batik kepada seluruh masyarakat, baik dalam maupun luar negeri,” papar Viky dalam Jumpa Pers yang diadakan di Imperial Taste The Sunan Hotel, Solo, Selasa (24/9) siang.

Usai ditetapkan sebagai finalis Putra Putri Batik Nusantara 2013, lanjut Viky, dirinya akan mengikuti tahap karantina selama satu minggu yang akan dimulai tanggal 29 September 2013.

“Saya tertarik dengan berbagai motif batik nusantara. Setelah melihat pengumuman diadakannya Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2013, saya sangat antusias mengikuti seleksi tersebut. ternyata saya mampu lolos hingga sejauh ini, yakni sampai ke babak final yang akan diadakan pada tanggal 2 Oktober nanti,” terang perempuan yang pernah menyandang gelar Duta Wisata Wonogiri tahun 2009 itu.

Bukan langkah yang mudah untuk sampai ke babak final. Viky menjelaskan, sejumlah kemampuan dirinya diuji ditiap babak sebelumnya. Diantaranya tes psikologi, kemampuan bekerja sama dalam tim, pengetahuan umum dan penampilan. Tak ketinggalan, potensi pengetahuan tentang batik turut pula di ujikan oleh dewan juri.

“Bukan hal mudah untuk sampai ke babak final. Banyak peserta yang diuji kemampuannya secara menyeluruh. Terutama dalam hal pengetahuan batik,” terang perempuan yang juga pernah menjadi finalis Putri Indonesia 2012.

Dirinya berharap, melalui ajang ini dirinya dapat mengenalkan batik khas Solo maupun Jawa Tengah kepada seluruh masyarakat. Filosofi batik yang ada dalam guratan-guratan motif yang tergores juga memiliki makna penting untuk diketahui kalangan umum.

“Saya ingin membagi keindahan batik, tentang filosofi, keindahan, keanggunan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada masyarakat,” ujarnya.

Dirinya juga memohon doa restu kepada masyarakat Solo pada khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya, agar dapat menjuarai dan mengangkat budaya batik hingga dikenal oleh kalangan dunia.

“Solo adalah ibukota batik, saya akan memberikan yang terbaik agar warisan yang adi luhur ini dapat lestari dan dimanfaatkan uleh generasi kedepan,” pungkas dara yang juga pernah menjadi Duta Narkoba Wonogiri 2008 tersebut.

Oke, Viky, semoga sukses ya!



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge