0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan Bahasa Jateng Sosialisasikan Bahasa Jawa Jadi Muatan Lokal

Solo — Dewan Bahasa Jawa Tengah mengaku bahwa pihaknya saat ini masih menyosialisasikan bahasa Jawa untuk bisa menjadi muatan lokal di 35 kabupaten/kota yang ada di wilayah Propinsi Jawa Tengah.

“Walau dalam Kurikulum 2013 tidak disebutkan secara eksplisit, dan masuk dalam paying seni budaya tetapi dalam Perda dan regulasi yang ada telah secara jelas disebutkan bahwa bahasa jawa menjadi muatan lokal tersendiri,” jelas Anggota Dewan Bahasa Jawa Tengah Suparjo kepada wartawan di sela-sela Seminar Nasional Peran dan Kedudukan Pujangga Yasadipura dan Karya-Karyanya Dalam Perkembangan Sastra Djawa, di Solo, Selasa (24/9).

Suparjo mengatakan, dalam Perda Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pembinaan Pemeliharaan dan Perlindungan Bahasa, serta Aksara Jawa mempunyai kekuatan hukum yang mewajibkan semua sekolah formal dari SD sampai SMA, mengajarkan bahasa Jawa, tiap minggu selama dua jam pelajaran.

“Saya pastikan bahasa Jawa akan tetap ada dan diajarkan di lingkup Jateng,” ujar Suparjo yang juga Ketua Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS.

Lebih lanjut Suparjo mengatakan bahwa di Indonesia paling tidak, ada 12 propinsi yang telah memiliki Perda untuk mengembangkan bahasa daerah masing – masing.

“Yang saya ketahui mulai dari SD dan SMP, buku dan pegangan guru (bahasa Jawa) yang sesuaikan Kurikulum 2013 sudah ada dan jadi. Tinggal pengesahan terakhir dan finalisasi tingkat SMA,” ujar Suparjo.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge