0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Pembunuhan Banyudono

Jaga Keselamatan Tersangka, Rekonstruksi Digelar di Polres

Rekonstruksi pembunuhan di Mapolres Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Polres Boyolali mengelar rekonstruksi kasus pembunuhan laptop Banyudono, Selasa (24/9) di halaman belakang Mapolres. Rekonstruksi awalnya hendak digelar di rumah tersangka, Wahyu Iskandar, Dukuh/ Desa Banyudono, namun gagal dilakukan demi keselamatan tersangka. Selain itu juga pertimbangan psykologis orang tua tersangka yang sedang sakit.

“Kita lakukan di Mapolres, untuk menghindari aksi dendam keluarga korban, mengingat mereka masih bertetangga,tapi intinya sama dengan Berita acara,” ungkap Kapolsek Banyudono AKP Sutoyo ditemui di Mapolres Boyolali usai rekonstruksi.

Rekonstruksi berisi 58 adegan tersebut, juga dihadiri puluhan kerabat korban, Ebundono, yang merasa kesal kepada tersangka. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, tersangka selalu didampingi petugas.

“Kita semua sudah ikhlas dengan kematian Pak ibun < korban >, tapi sampai kapanpun kita tidak bisa memaafkan pelaku,” ungkap Totok, kerabat korban.

Dalam rekonstruksi tersebut terungkap, kasus pembunuhan tersebut bermula saat korban menyerviskan Laptopnya kepada tersangka. Namun setelah tiga bulan ternyata tidak kunjung diperbaiki. Malahan, Laptop korban akhirnya diketahui sudah dijual tersangka seharga Rp 2,5 juta. Mengetahui hal itu, korban pun marah hingga akhirnya terjadi adu ulut yang berujung pada perkelahian. Nahas, saat korban lengah langsung dipukul dengan balok kayu oleh tersangka. Tak berdaya, korban terus dihajar berulangkali dengan pukulan kayu balok di bagian kepala hingga akhirnya tewas.

“Kasus ini terungkap setelah tersangka ke Polsek dan mengaku telah melakukan pembunuhan,kita cek ternyata benar,” tandas Kapolsek.

Tersangka lanjut dia, dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, subsidaer Pasal 351 (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya korban dengan ancaman tujuh penjara.

Pembunuhan sadis menimpa Ebundoro, PNS di UPT Pasar Pengging dengan tersangka Wahyu Iskandar, tak lain adalah tetangganya sendiri, Sabtu (7/9). Korban dibunuh lantaran kesal kepada tersangka karena Laptopnya yang diservis malah dijual oleh Wahyu Iskandar.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge