0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mahasiswa Baru Uniba Solo Gelar Selusur Batik

Solo —  Sebanyak 90 mahasiswa baru (maru) Universitas Islam Batik (Uniba) Solo menggelar Selusur Batik di nDalem Djimatan, Kampung Batik Laweyan Solo, Selasa (24/9).

“Kegiatan Selusur Batik dalam rangka Orientasi Mahasiswas Baru (Osmaru) yang salah satu kegiatannya adalah belajar membuat batik tulis,” jelas Koordinator Pelatihan Membatik Uniba, Muladi Wibowo kepada wartawan.

Menurut Muladi, mereka menyaksikan langsung proses membatik di sejumlah pengusaha batik Laweyan, juga diberi kesempatan untuk membatik sendiri. Hal itu supaya mereka merasakan sendiri proses pembatikan tulis yang memerlukan ketelitian, kesabaran dan kreativitas. Selain itu, dengan kegiatan tersebut, mahasiswa akan mencintai batik tulis.

Sementara itu beriringan dengan alunan lembut gending dengan dilengkapi bau malam yang dipanaskan tercium menyengat, tampak di beberapa sudut sekelompok mahasiswa terlihat asyik mengeblat pola batik pada kain mori, ada pula yang menggoreskan canting pada kain yang sudah terdapat polanya.

Eliza Ratnasari (17), mahasiswi Fakultas Ekonomi Akuntansi Uniba peserta Osmaru mengaku bahwa ternyata proses membuat batik tulis sangat sulit. Terutama untuk proses menggoreskan canting ke pola kain.

”Susah sekali ternyata nyanting itu. Untuk selembar kain berukuran 30 cm x 30 cm saja butuh waktu hampir dua jam untuk nyantingnya,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Fitria Wulandari, mahasiswi Fakultas Ekonomi Manajemen. Awalnya memang lancar saat membuat motif batik modern yang ia padukan dari motif tradisional dan kreasinya sendiri. Namun saat giliran mencoretkan canting, ia mengeluh kesulitan. Akibatnya, hasil canting terlihat kurang rapi.

”Kami ingin mengedukasi mahasiswa kami agar bisa membedakan kain batik atau printing. Sebab yang disebut sebagai batik sebenarnya adalah yang melalui proses diberi malam yakni batik tulis atau cap. Adapun yang tidak, hanya disebut kain bermotif batik. Batik lah yang harus diuri-uri dan dilestarikan,” ujarnya Muladi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge