0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tim Gabungan Sragen Tertibkan Lapak PKL dan Parkir Liar

Petugas Satpol PP Sragen sedang membongkar warung yang tidak berijin. (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Pemkab Sragen menerjunkan petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo), Dinas Perdagangan dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sagen untuk menertibkan lapak milik pedagang kaki lima (PKL) yang ditinggalkan di sepanjang Jalan Raya Sukowati Sragen.

Penertiban ini adalah untuk kesekian kalinya dilakukan, karena setelah diberikan sosialisasi dan peringatan para PKL tersebut masih nekat meninggalkan lapaknya di lokasi jualan.

Dari pantauan Timlo.net, Selasa (24/9), dalam penertiban kali ini petugas gabungan melakukan penyusuran di Jalan Raya Sukowati yang dimulai dari Kantor Pemkab Sragen ke arah barat hingga Beloran dan di Pasar Nglangon. Petugas sempat membongkar lapak yang ada di komplek shooping center yang ditinggalkan pemiliknya. Selain itu sebuah lapak di sebelah swalayan Mitra juga dibongkar petugas kemudian diangkut oleh truk Satpol PP.

“Kami memberikan toleransi kepada PKL boleh berjualan. Tapi setelah jualan barang-barang harus dibersihkan, sehingga kondisi Sragen benar-benar Asri. Ini lapak-lapak yang ditinggalkan tidam nampak asri, mengganggu keindahan, kebersihan dan ketertiban,” kata Kapala Seksi (Kasi) Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Sragen, Sukamto ketika ditemui wartawan di sela-sela penertiban.

Sukamto menjelaskan, sebelumnya Satpol PP telah melakukan penertiban di Jalan Raya Sukowati yang dimulai dari Alun-alun Sasono Langen Putro ke arah timur hingga Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen. Sukamto mengklaim, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan surat peringatan kepada para PKL sebelum dilakukan penertiban. Tetapi karena mereka masih nekat meninggalkan lapak di jalan protokol, akhirnya Pemkab Sragen menerjunkan aparat gabungan untuk melakukan penertiban kembali.

“Seminggu sebelumnya kita sudah melakukan sosialisasi siang dan malam agar PKL membersihkan setelah berjualan. Karena masih ada yang tetap bandel maka kita lakukan lagi penertiban gabungan antara Satpol PP, Dishubkominfo, Dinas Perdagangan dan BLH,” katanya.

Sukamto menambahkan, dalam penertiban kali yang menjadi sasaran petugas gabungan adalah K3 (kebersihan, keindahan dan ketertiban). Sehingga yang ditertibkan tidak hanya PKL, tetapi parkir liar dan spanduk yang dipasang di toko-toko yang sudah kelihatan kumal.

“Jadi sasarannya bukan hanya PKL, tapi juga parkir yang tidak tertib atau parkir di trotoar jalan dan spanduk-spanduk milik toko-toko di sepanjang Jalan Raya Sukoati yang sudah kumel dan lusuh,” pungkas Sukamto.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge