0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ratusan Petani Merapi Demo Tolak Impor Pangan

Ratusan petani menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD BOyolali, Selasa (24/9) (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Ratusan petani yang tergabung dalam Organisasi Petani Merapi-Merbabu (OPMM) melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Boyolali, Selasa (24/9). Dalam aksinya, petani yang berasal dari wilayah Kecamatan Selo, Cepogo dan Ampel, menolak kebijakan pemerintah pusat terhadap impor pangan.

Aksi damai ini sempat diwarnai bersitegang antara korlap aksi OPMM dengan petugas Polres Boyolali. Saat itu, peserta yang baru datang dilarang untuk melakukan aksinya ditengah jalan Merbabu karena menganggu arus lalu lintas. Sementara sang korlap, Syukur Fahrudin, tetap menginginkan massa berada di belakang garis putih Jalur Merbabu. Beruntung persitegangan ini bisa diselesaikan sehingga tidak memicu kemarahan petani.

Aksi demo menentang kebijakan pemerintah pusat terhadap import pangan dilakukan dalam rangka Hari Tani Nasional. Massa meminta dukungan dari DPR RI untuk menolak kebijakan tersebut. Syukur Fahrudin, koordinator lapangan (Korlap) aksi dalam orasinya menyatakan, sampai saat ini petani masih terpuruk dan semakin sengsara seiring kebijakan pemerintah yang tidak pro petani, di antaranya kebijakan impor pangan. Ironisnya setiap kali petani panen raya, justru pemerintah melakukan impor pangan secara besar-besaran.

“Kebijakan impor pangan ini semakin membuat petani ke jurang kemiskinan massal, produk pertanian asing menguasai pasar domestik dan merusak hasil produksi pertanian nasional, ” ungkap Syukur dalam orasinya.

Kebijakan impor menurut dia, jelas menguntungkan negara lain. Ironisnya lagi, hingga saat ini belum ada jaring keamanan hukum bagi petani dalam bentuk UU perlindungan petani.Petani mendesak pemerintah membuat UU perlindungan dan pemberdayaan petani, serta mencabut UU yang tidak pro petani seperti UU pengadaan tanah untuk pembangunan publik, UU sumber daya air, maupun UU perkebunan.

Kasno, perwakilan petani Organisasi Petani Merapi Merbabu (OPMM), menyatakan pangan maupun sayuran impor harus dihentikan lantaran produksi petani lokal sudah mencukupi. Kebijakan impor lanjut dia, cukup meresahkan petani di lereng Merapi-Merbabu.

“Harga sayuran jatuh kalah saing dengan sayur impor, kalau diteruskan petani akan terus merugi dan akhirnya mati,” tegasnya.

Ketua DPRD Boyolali Slamet Paryanto, menyatakan dukungannya atas perjuangan para petani. Bahkan menurut dia, secara kelembagaan pihaknya akan melayangkan surat resmi ke DPR RI mengenai tuntutan para petani tersebut.

“Kami dukung suara rakyat, kami akan melayangkan surat ke DPR RI tentang tuntutan petani,” imbuh Paryanto.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge