0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bahasa Jawa Tetap Jadi Muatan Lokal di Sekolah

Kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah (dok.timlo.net/sri ningsih)

Solo —  Kepala Balai Bahasa Propinsi Jawa tengah, Pardi Suratno memastikan bahwa bahasa daerah dalam hal ini Bahasa Jawa tetap akan disisipkan dan menjadi muatan lokal tersendiri di Jawa Tengah.

“Paling tidak, dalam seminggu sekolah memberikan kesempatan kepada guru Bahasa Jawa untuk memberikan materi bahasa daerah minimal selama dua jam pelajaran,” jelas Pardi kepada wartawan di sela-sela Seminar Nasional Peran dan Kedudukan Pujangga Yasadipura dan Karya-Karyanya Dalam Perkembangan Sastra Djawa yang digelar di Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (24/9).

Selami ini Pardi mengaku telah menangkap kegelisahan para guru bahasa Jawa dan mahasiswa. Untuk Jateng, beberapa hari ini pihaknya telah secara intensif bertemu dengan pimpinan di Semarang, berikut guru di Jateng bahwa pelajaran bahasa daerah posisi relatif bagus.

Ia juga mengakui bahwa keberadaan Bahasa Jawa tidak bisa serta merta masuk dalam sisipan Kurikulum 2013. Namun dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pembinaan, Pemeliharaan dan Perlindungan bahasa dan aksara Jawa telah jelas mengatur tentang bahasa Jawa sebagai muatan lokal yang berdiri sendiri.

Namun demikian hal itu telah ditegaskan dalam surat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng. Bahwa Bahasa Jawa menjadi muatan lokal yang berdiri sendiri dan dinyatakan bahasa ini wajib ada. “Sehingga tidak ada alasan kepala sekolah tidak ajarkan bahasa Jawa di Jateng, sejauh ini Jateng sendiri telah melangkah dengan baik,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge