0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-gara Negur Tukang, Oei Haryanto Dipukuli Tetangga

Penasehat hukum Oei Haryanto, Nursito (dok.timlo.net/sahid b sutanto)

Sukoharjo —  Oei Haryanto, warga Perum Nirwana Buana Jl Kencur No 12 Rt 01/07 Desa Kwarasan, Grogol, Sukoharjo melaporkan tetangganya sendiri ke polisi. Pelaporan itu menyusul tindakan penganiayaan yang dilakukan tetangganya yang diketahui bernama Ming hingga menyebabkan dirinya menderita luka-luka.

Kepada wartawan, Selasa (24/9), Oei Haryanto menjelaskan kronologi peristiwa penganiayaan tersebut. Penganiayaan terjadi bulan Juni 2013. Kala itu, dirinya yang tengah bersepeda tiba-tiba dihentikan oleh pelaku dan menantunya. Ia dipukuli di sekitar rumah pelaku. Setelah berhasil meloloskan diri, Oei Haryanto langsung lari ke Kantor Polsek Grogol untuk berlindung dan melaporkan kejadian tersebut.

“Awalnya itu hanya karena saya menegur tukang yang bekerja di rumah tetangga saya itu. Karena air dari tetangga itu masuk hingga ke rumah saya. Paginya saya dihentikan dan langsung dipukuli. Ayah dan anak yang memukuli saya. Setelah saya lolos saya langsung lari ke Kantor Polsek Grogol. Saya juga sudah divisum dan melalui tahapan pemeriksaan,” ujar Oei Haryanto.

Namun hingga beberapa minggu, proses hukum tidak berjalan sesuai harapan. Selama hampir dua bulan, pihaknya tidak menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan. Karena itu pihaknya kemudian meminta bantuan penasehat hukum Nursito.

“Ternyata setelah kami desak dan dikawal penasehat hukum saya, kasus tersebut kembali berjalan. Baru ini tadi saya dikabari jika polisi segera akan melakukan pemanggilan terhadap pelaku. Saya sangat berterima kasih sekali kepada pihak kepolisian yang akhirnya serius menangani kasus ini. Saya hanya minta keadilan hukum. Yang bersalah harus mendapatkan sanksi hukum,” ungkapnya.

Ditambahkan, sebenarnya tanpa melalui proses hukum, pihaknya berharap adanya itikat baik dari pelaku. Namun hingga kini pelaku terkesan acuh. “Dulu pernah mengucapkan maaf ditemani sama Pak RT. Tapi cuma bilang maaf tok. Sementara setelah itu acuh lagi. Ya sudah saya biarkan biar proses hukum berjalan. Karena gara-gara penganiayaan itu saya tidak dapat bekerja selama satu minggu,” tuturnya.

Sementara itu, penasehat hukum Oei Haryanto, Nursito meminta pihak kepolisian segera menyelesaikan kasus ini. “Kami akan kawal kasus Pak Haryanto ini. Kita tunggu sampai P21,” ujar Nursito.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge