0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemanfaatan IPAL di Solo Masih Sangat Minim

Solo —  Pemanfaatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) oleh masyarakat Solo masih minim. Padahal di Solo sudah dibangun tiga IPAL. Masyarakat enggan menyalurkan limbah rumah tangganya melalui pipa ke IPAL.

Tiga IPAL yang sudah dibangun yaitu IPAL di Solo utara yang berada di wilayah Mojosongo, IPAL Semanggi untuk wilayah Solo selatan dan IPAL Pucangsawit untuk wilayah Solo tengah. Sayangnya, pemanfaatan ketiga IPAL tersebut masih sangat rendah.

Kepala Bidang (Kabid) Limbah Cair Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo, Nanang Pirmono menjelaskan minimnya pemanfaatan IPAL karena masih minimnya sambungan pipa warga ke IPAL. IPAL di Mojosongo yang memiliki kapasitas 50 liter/detik saat ini baru terdapat 4.800 sambungan pipa rumah tangga. Padahal, IPAL tersebut mampu menampung 10.000 sambungan. Begitu pula IPAL di Semanggi yang mampu menampung 13.000 sambungan, saat ini baru terdapat 8.000 sambungan pipa rumah tangga.

“Untuk IPAL Pucangsawit yang baru saja selesai dibangun, sampai saat ini belum ada sambungan. padahal IPAL tersebut dirancang mampu menampung 6.000 sambungan,” kata Nanang, Selasa (24/9).

Sampai saat ini, lanjut Nanang, total baru 12,7 persen rumah tangga yang pipa pembuangannya langsung ke IPAL. Pihaknya terus berupaya agar jumlah warga yang memanfaatkan IPAL untuk membuang limbah rumah tangga dan limbah air semakin bertambah.

Lebih lanjut, dikatakannya, limbah rumah tangga dan limbah air kamar mandi seharusnya tidak dicampur dengan limbah tinja yang dibuang ke septic tank. Kenyataannya warga masih banyak yang menjadikan satu antara limbah kamar mandi dan limbah tinja di septic tank. “Untuk penggunaan septic tank sistem pembuangannya dengan truk pengangkut lumpur tinja (vacuum truck) yang kemudian dibuang ke Instalasi Pembuangan Lumpur Tinja (IPLT) yang saat ini baru ada satu di Mojosongo,” jelasnya.

Untuk lebih memaksimalkan pemanfaatan IPAL, pihakya saat ini tengah bekerjasama dengan Indonesian Urban Water, Sanitation and Hygiene (IUWASH). Kerjasama itu antaralain dengan melakukan kajian sanitasi dan pengelolaan air bersih. Dengan adanya kerjasama itu diharapkan pemanfaatan IPAL Semanggi dan Pucangsawit bisa dimaksimalkan untuk pembuangan lumpur tinja.

“Tahun 2014 nanti kami harapkan dari studi tersebut dapat dihasilkan opsi teknologi yang tepat dimanfaatkan. Sehingga tidak ada lagi, lumpur tinja yang dibuang di sungai,” terangnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge