0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hunian RTLH Keprabon Dijadikan Kampung Deret

Walikota Solo Hadi Rudyatmo menyaksikan pengerukan sedimentasi Kali Pepe, belum lama ini (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

Solo —  Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mewacanakan pembangunan kampung deret bagi rumah tidak layak huni (RTLH) di sejumlah wilayah. Salah satu yang akan dilakukan dalam waktu dekat, yakni pembangunan kampung deret di kawasan Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari.

Sejumlah hunian RTLH di bantaran Kali Pepe di Kelurahan Keprabon rencananya akan dijadikan kampung deret. Walikota menginginkan pembangunan kampung deret seperti yang telah didirikan di Pringgading, Setabelan, Banjarsari pekan lalu tersebut juga dibangun di wilayah-wilayah lain, termasuk Keprabon.

“Kampung-kampung deret diperuntukkan bagi warga yang sudah memiliki sertifikat hak milik (SHM) namun kondisinya memprihatinkan,” katanya kepada wartawan, Selasa (24/9).

Secara teknis, warga akan mendapatkan kredit dari bank dengan bunga rendah yang difasilitasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Griya Layak Huni (GLH). Pinjaman tersebut nantinya digunakan oleh warga untuk membangun perumahan deret (rumah renteng).

Tiap Kepala Keluarga (KK) mendapat kucuran dana sebesar Rp 22 juta. Seperti yang telah dilaksanakan di kampung deret Pringgading, angsuran per bulan yang ditanggung oleh warga relatif rendah, yang hanya berkisar ratusan ribu rupiah.

Rudy, sapaan Walikota mengklaim, model kampung deret lebih efektif daripada rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Sebab, lahan pada kampung deret berstatus SHM. Sementara pada rusunawa, warga hanya menempati bangunan sewa pakai saja.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge