0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kapolres: Siska Ditusuk, Dibakar dan Dimutilasi

Siska Tri Wijayanti, korban pembunuhan di Sragen (dok.timlo.net/ist)

Sragen —  Kapolres Sragen AKBP Dhani Hernando mengungkapkan, tersangka Eko Sunarno alias Ahmad Syaifudin Yuhri (32), melakukan pembunuhan terhadap Siska Tri Wijayanti (23) karena sakit hati.

Pelaku sengaja mengahabisi nyawa korban karena merasa jengkel dituduh meminjam uang dari korban. Tuduhan korban itu akhirnya memicu perselisihan antara pelaku dengan suami korban.

“Motif pelaku sakit hati. Pelaku pernah bertengkar dengan suami korban karena selalu dijadikan kambing hitam. Siska mengaku kepada suami bahwa uangnya selalu dipinjam tersangka,” kata Kapolres AKBP Dhani Hernando, di Sragen, Selasa (24/9).

Disinggung mengenai modus pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban, Kapolres mengaku, sebelumnya korban memang sudah seringkali berhubungan dengan korban. Hubungan itu terjadi karena selama ini korban kerap menemui pelaku untuk melakukan kegiatan ritual bersama pelaku.

“Korban ingin belajar ritual pengasihan dengan harapan banyak orang yang tertarik dan simpatik dengan korban,” terang Kapolres.

Saat itu pelaku mengajak korban bertemu di Sragen, Sabtu (21/9) sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku beralasan mengajak korban melakukan upacara ritual tertentu di suatu tempat. Korban datang mengendarai sepeda motor milik teman kerjanya, Yamaha Mio warna merah Nopol AD 2193 TE. Mereka berdua menuju lokasi pembunuhan di jalan persawahan di dekat Sungai Mungkung, tepatnya di pekarangan milik Pawiro Paimin RT 13 A, Desa Pandak, Kecamatan Sidoharjo.

AKBP Dhani memaparkan Siska, dibunuh dengan ditusuk menggunakan samurai di bagian perut. Setelah korban tidak berdaya, tubuh korban disiram cairan diduga bensin dan dibakar.

“Di lokasi kejadian korban dihabisi menggunakan samurai, korban juga dibakar dalam kondisi masih hidup sebelum akhirnya dimutilasi,” ungkap Dhani Hernando.

Sebelum memutilasi korban dan membuang potongan mayat korban ke sungai, pelaku juga sempat pulang ke rumah untuk ganti baju dan motor. Setelah itu pelaku kembali lagi ke lokasi kejadian untuk memutilasi korban dan membuang potongan tubuh korban ke Sungai Mungkung.

Untuk pengusutan lebih lanjut, kata Kapolres, saat ini polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Akibat perbuatan itu yang bersangkutan dijerat pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge