0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Duh! Prabowo Ditipu Investor Bodong yang Catut Nama Wapres

(Ilustrasi) Tahanan (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Suko Prabowo (47), seorang dosen di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Malang, tertipu investasi bodong yang mencatut nama Wapres Boediono. Akibatnya, pria warga Jl Supersemar, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri itu, tertipu hingga Rp 50 juta.

Dalam aksinya, pelaku yang mencatut sebagai badan bisnis milik Wapres Boediono menawarkan bisnis pembangunan pabrik gula di Desa Bence, Kecamatan Garum, Blitar. Setahun berlalu sejak menyetorkan uangnya, Prabowo tak kunjung mendapatkan kabar kelanjutan dari bisnis itu.

Akhirnya, korban melaporkan Purwadi Tacuk (54), warga Jalan Karanganyar, Kelurahan Ngronggo Kota, yang bertindak sebagai makelar dalam praktik penipuan investasi abal-abal tersebut.

Menurut Kabag Humas Polres Kediri Kota, AKP Surono, penipuan itu sudah terjadi sejak 2012 lalu. Dari pengakuan korban, lanjut Surono, dirinya dihubungi Purwadi dan memberitahu ada proyek pengembangan Pabrik Gula di Desa Bence, Kecamatan Garum Blitar milik Wapres Boediono. Dengan segala iming-iming yang ditawarkan pelaku, Prabowo termakan bujuk rayu dan menanamkan modal pada investasi itu.

“Penuturan terlapor kepada korban adalah perusahaan milik Wapres Boediono sedang membutuhkan dana untuk pengembangan pabrik gula di Blitar. Apabila, ada pihak yang bersedia menanamkan modal, akan mendapatkan imbalan berlipat,” kata Surono, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (24/9).

Prabowo kemudian menanamkan dana sebesar Rp 50 juta. Dari jumlah itu, korban dijanjikan memperoleh kompensasi tanah seluas 30 rhu yang berbentuk sertifikat, dengan nilai Rp 2 miliar.

Uang itu lantas dikirimkan korban ke rekening pelaku secara bertahap melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Jl Kilisuci, Kota Kediri.

“Setelah uang terkirim, korban mengecek ke lokasi berdirinya pabrik, sebagaimana disebutkan terlapor. Alangkah terkejutnya korban, ternyata proyek tersebut bukan milik Wapres Boediono,” ungkap Surono.

Sadar menjadi korban penipuan, korban berusaha menghubungi terlapor, tapi tidak berhasil. Setelah menunggu hampir satu tahun, akhirnya korban melapor ke Polres Kediri Kota.

Saat ini polisi telah mengamankan 3 lembar bukti transfer dan 1 lembar tanda terima uang sebesar Rp 50 juta sebagai barang bukti. [lia]

Sumber: merdeka.com

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge