0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ruhut Siang Ini Ditetapkan Jadi Ketua Komisi III DPR, Akankah Diganjal?

Ruhut Sitompul, politisi Partai Demokrat (Dok.Merdeka.com)

Timlo.net — Ruhut Sitompul hari ini, Selasa (24/9) siang akan ditetapkan sebagai ketua Komisi III DPR menggantikan Gede Pasek Suardika. Suara penolakan dilontarkan sejumlah koleganya di komisi hukum itu. Akankah Ruhut dijegal dan gagal menjadi ketua komisi?

Rencananya, siang nanti, usai rapat paripurna DPR, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso akan menetapkan Ruhut. Sesuai tradisi, palu pimpinan sidang akan diserahkan kepada Ruhut oleh pimpinan DPR yang menetapkannya.

Gede Pasek Suardika membenarkan jika koleganya Ruhut Sitompul bakal dilantik hari ini. Pasek yakin, pelantikan Ruhut berjalan lancar. “Kita tetap lakukan komunikasi, mudah-mudahan besok cair, yang beku kita cairkan ini tugas kapoksi Demokrat, ini tugas kita semua kan itu,” kata Pasek di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/9) kemarin.

Namun, penunjukan Ruhut itu menuai suara-suara sumbang, terutama dari rekan-rekan Ruhut sendiri. Sosok Ruhut yang kontroversial dinilai tidak cocok menjadi pimpinan komisi. Mereka tegas-tegas menolak dipimpin oleh Ruhut.

‘Trio SBY’ misalnya. Sarifuddin Sudding, Bambang Soesatyo, dan Ahmad Yani. Bambang misalnya menyatakan jika dipimpin Ruhut, Komisi III akan menjadi lucu. Sementara Nasir Djamil mengatakan, banyak yang khawatir kiprah Komisi III ke depannya.

“Jangan sampai apa yang dikhawatirkan sebagian orang bahwa saat Ruhut jadi ketua, maka Komisi III menjadi komisi badut,” ujar Nasir di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/9).

Sementara Ahmad Yani menilai, kepemimpinan Ruhut selama ini belum teruji, karena sejak menjadi anggota DPR dari tahun 2009, Ruhut sama sekali belum pernah menjadi pimpinan komisi.

Senada dengan itu, Sarifuddin Sudding pun melontarkan pernyataan yang lebih keras. “Komisi III ini komisi yang sangat dinamis, orang yang memimpin komisi III harus orang yang betul-betul memenuhi berbagai macam kriteria, kapabilitas, integritas, kredibilitas. Bagi saya pribadi saya enggak layak ya, saya tidak layak dipimpin oleh saudara Ruhut Sitompul. Secara pribadi, saya tidak merasa layak dipimpin Ruhut,” jelas Sudding di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/9).

Ruhut pun tidak ambil pusing dengan suara-suara miring tersebut. Dia menyatakan siap memimpin Komisi III dan menjalankan tugas partai yang diberikan kepadanya.

Ruhut juga berjanji akan membersihkan anggota Komisi III DPR yang sering menerima suap ketika melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap pejabat negara di komisi hukum. “Aku benarkanlah pernyataan seperti itu. Nanti itu tugas aku untuk menyikat yang kayak begitu. Makanya mereka ketar-ketir aku jadi ketua komisi,” katanya.

Ruhut mengaku tidak gentar dengan beberapa anggota Komisi III DPR yang menolaknya. Ia menganggap, yang menolak berasal dari partai gurem. “Mereka yang menolak jika dikumpulkan, masih lebih banyak anggota Fraksi Demokrat. Mereka cuma partai gurem,” kata Ruhut.

Apakah para penolak Ruhut akan beraksi hari ini saat penetapan ketua Komisi III baru? Sudding, Bambang, dan Yani mengatakan tunggu saja. Menurut mereka anggota Komisi III punya hak untuk menolak dipimpin oleh Ruhut sesuai pasal 52 Tata Tertib DPR. Di ayat 6 tertulis:

“Dalam hal pemilihan pimpinan komisi berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai sebagaimana dimaksud pada ayat (2), keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.”

Pasal inilah yang akan dipakai untuk mengganjal Ruhut, atau seperti biasa, para penolak itu hanya ramai di awal, tapi mereka pada akhirnya akan menerima. Di sisi lain, lobi-lobi Fraksi Partai Demokrat juga akan diuji, mampukah mereka meredam para penolak Ruhut. [bal]

Sumber: merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge