0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Para Buzzer, Selebritis Twiiter di Indonesia

Per Tweet Dibayar Hingga Rp3,5 Juta

Wahidini Nur Aflah, sosial media specialist saat mengisi kelas Akber Solo ke 52 "Socmed for work", di IT Mall Solo Computer Center Point (CCP), Jl Slamet Riyadi, Purwosari, Solo, Sabtu (20/4). (Dok.Timlo.net/ Ranu Ario Kurniawan)

Solo—Situs microblogging , Twitter memang sangat populer di Indonesia. Bahkan menurut penelitian Semiocast, lembaga riset media sosial yang berpusat di Paris, Prancis, ternyata jumlah pemilik akun Twitter di negara ini merupakan yang terbesar kelima di dunia.

Penggunaan Twitter awalnya memang sebagai media untuk menyampaikan isi hati atau pikiran dengan batasan 140 karakter per tweet dan untuk berinteraksi dengan orang lain di Internet. Tapi sekarang Twitter bukan lagi sekedar media untuk curhat. Orang mulai menggunakan media ini sebagai media untuk personal branding dan perusahaan-perusahaan juga mulai menggunakan media ini untuk business branding.

Perusahaan-perusahaan juga mulai mendekati beberapa selebritis yang memiliki akun Twitter serta pemilik akun Twitter yang memiliki follower banyak untuk mengiklankan produk atau kampanye mereka lewat tweet. Di luar negeri, para selebriti Hollywood rupanya dibayar mahal untuk men-tweet iklan produk atau kampanye perusahaan-perusahaan tertentu. Misalnya saja, menurut situs hiburan Wetpaint, sosialita Kim Kardashian dibayar hingga $10,000 (Rp100 juta) per tweet.

Nah bagaimana dengan para selebritis penggunaTwitter di Indonesia? Menurut Wahidini Nur Aflah, socal media specialist, fenomena serupa juga terjadi di Indonesia dan tidak hanya dialami oleh para selebritis tapi juga para pemilik akun Twitter dengan follower yang banyak. Orang-orang ini disebut dengan istilah Buzzer. Mereka yang bisa digolongkan sebagai buzzer adalah para pemilik akun Twitter dengan follower di atas seribu orang dan memiliki interaksi yang kuat dengan para follower mereka. “Selain itu, mereka punya konsistensi percakapan di Twitter. Misalnya @akun1 selalu ngomongin musik di akunnya, maka orang itu punya peluang besar untuk jadi buzzer musik,” tulis Dini, panggilan akrab Wahadini lewat sebuah email kepada Timlo.net, Senin (23/9).

Beberapa buzzer di Indonesia yang memiliki follower hingga ratusan ribu bisa dibayar per tweet hingga kisaran Rp3,5 juta. Para buzzer ini rupanya memiliki dua sistem penawaran: dibayar per tweet atau dengan sistem paket. Para buzzer dengan follower hingga ratusan ribu orang biasanya dibayar per tweet. Sementara mereka yang memiliki follower di bawah ratusan ribu, mereka menawarkan sistem paket. “Ada yang 7 tweet bisa sejuta. Ada yang 3 tweet Rp500 ribu. Biasanya ini tergantung nego antara buzzer dan brand aja,” terang Dini, yang pernah mengisi kelas Akademi Berbagi (AkBer) Solo ke 52 “Socmed for work”, di IT Mall Solo Computer  Center Point (CCP), Jl Slamet Riyadi, Purwosari, Solo, Sabtu (20/4).

Biasanya para social media specialist yang menjadi admin akun Twitter perusahaan-perusahaan akan secara aktif mendekati para buzzer untuk bekerja sama. Selain itu, ada juga program-program paid per tweet di Internet di mana para pengguna Twitter bisa mendaftar untuk dibayar per tweet. Dini memprediksi bahwa fenomena ini akan bertahan lama karena perusahaan-perusahaan membutuhkan para buzzer untuk mempromosikan kampanye mereka. Dengan meminta para buzzer ini mempromosikan kampanye program produk atau jasa mereka, para perusahaan bisa menjangkau banyak orang.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge