0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ada Kabar di DPR Banyak Calo Anggaran, KPK Turun Tangan

Gedung DPR RI di Jakarta (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan mendiamkan setiap informasi atau pengakuan dari saksi maupun tersangka korupsi. Penyidik KPK pasti akan menelusurinya, termasuk pengakuan tersangka kasus suap alokasi DPID Haris Andi Surahman yang mengungkapkan banyak calo anggaran di DPR selain dirinya.

“Akan didalami oleh penyidik sejauh mana validitasnya, apakah pengakuan itu didukung bukti-bukti atau fakta-fakta lain atau gak. Yang pasti tidak dianggurkan atau didiamkan informasinya,” ujar Jubir KPK Johan Budi SP, Senin (23/9) malam.

Hingga saat ini, KPK mengakui, pengembangan kasus DPID belum ada kesimpulan adakah pihak lain yang terbukti. Namun, hal itu tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru jika ditemukan dua alat bukti yang cukup.

“Masih terbuka kemungkinan ada tersangka baru sepanjang ditemukan dua alat bukti untuk menyimpulkan pihak-pihak lain terlibat. Ini masih dikembangkan,” ujarnya.

Haris Andi Surahman ditetapkan tersangka sejak 22 November 2012. Setelah 10 bulan lamanya, KPK baru menjebloskan Haris ke dalam tahanan. Haris ditahan di Rutan Salemba Jakarta. Penahanan untuk 20 hari ke depan.

Dalam kasus suap DPID, Haris Andi Surahman adalah calo yang mempertemukan Fahd A Rafiq dengan mantan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Wa Ode Nurhayati. Fahd bertemu Haris pertama kali pada 2008 dalam acara pelatihan di Kantor Dewan Perwakilan Pusat Partai Golkar di Slipi, Jakarta Barat.

Demi memuluskan rencana itu, Haris menghubungi mantan suami Wa Ode Nurhayati, Syarif Ahmad. Akhirnya, Haris pun ditetapkan menjadi tersangka karena diduga bersama-sama dengan Fahd menyuap anggota Banggar DPR RI Fraksi PAN, Wa Ode Nurhayati. Fahd dan Wa Ode sendiri sudah divonis dalam perkara yang sama.

Haris disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 56 KUHP. [dan]

Sumber: merdeka.com

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge