0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dugaan Makelar Jabatan, 57 PNS Diduga Ikut Menyuap?

Agus Kethoprak, tersangka kasus makelar jabatan di lingkungan Pemkab Klaten (Dok.Timlo.net/ Rori)

Klaten — Sebanyak 57 PNS yang menduduki jabatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Klaten diduga terlibat penyuapan terkait kenaikan jabatan mereka. Kasus penyuapan demi kenaikan jabatan itu sudah terjadi sejak 2007 lalu.

Hal itu diungkapkan tersangka makelar jabatan Agus “Kethoprak” Krisbiantoro, Senin (23/9).

“Sejak tahun 2007 sudah ada 57 orang yang naik jabatan dengan menyerahkan sejumlah uang kepada saya. Nominal uang antara Rp 7,5 juta sampai Rp 40 juta,” ungkap Agus kepada Timlo.net.

Agus mengungkapkan, para pejabat yang menyerahkan uang itu berasal dari berbagai eselon. Semua memang dilakukan tanpa sepengetahuan Bupati Klaten, Sunarna. Meski demikian, dari usahanya itu sudah banyak pejabat yang berhasil naik jabatannya.

Lelaki yang berprofesi sebagai seorang seniman itu mengakui mulai terlibat jual-beli jabatan sejak 2007 silam. Pada tahun pertama, Agus mengaku mendapatkan bayaran dari 40 PNS yang menginginkan kenaikan jabatan.

“Kebanyakan mereka berhasil naik jabatan dari staf menjadi kasi, dari kasi naik di atasnya. Begitu juga dengan para camat dan masih banyak lagi,” tambah Agus.

Meski demikian Agus mengaku tidak pernah menawarkan atau mempromosikan kursi jabatan kepada PNS. Namun, para PNS yang datang sendiri ke rumahnya di daerah Klaten Utara.

“Saat saya di rumah, tiba-tiba ada orang datang memberi uang kok mau saya tolak? Kebetulan saya juga butuh uang untuk pementasan kethoprak dan wayang karena tidak pernah ada bantuan APBD untuk kegiatan ini,” ujar Agus.

Dalam menjalankan aksinya, Agus mengaku sebagai orang dekat Bupati Klaten, Sunarna. Meski demikian, Agus tidak pernah membicarakan perihal jual beli jabatan tersebut kepada Bupati.

Menurutnya, sudah ada 57 PNS yang berhasil naik jabatan berkat bantuannya dan beberapa oknum pejabat di internal Pemkab Klaten.

“Tidak hanya saya, para pejabat juga ada yang bermain di dalam. Tidak hanya satu orang, tapi banyak,” tandas Agus.

Petualangan Agus sebagai makelar jabatan baru terbongkar publik saat sejumlah PNS merasa menjadi korban penipuan olehnya beberapa waktu silam. Salah satu PNS tersebut adalah mantan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Sofan, yang kini sudah dilorot jabatannya menjadi seorang Kasi di Disperindagkop dan UMKM.

“Birokrasi di Klaten itu bobrok. Buktinya para PNS percaya begitu saja omongan saya yang hanya seorang sutradara kethoprak,” ujar Agus.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge