0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rapel Raskinda Dinilai Tidak Tepat Sasaran

Solo — Jajajaran DPRD Solo menyayangkan rencana penyaluran beras miskin daerah (Raskinda) yang bakal dirapel. Rencana rapel itu menyusul ketidaksiapan Pemkot menyalurkan Raskinda lantaran masih simpang siurnya mekanisme pengadaannya.

Sebelumnya, Raskinda direncanakan disalurkan selama tiga bulan mulai Oktober mendatang. Namun, Pemkot kemudian menyatakan akan menyalurkan secara rapel dan diperkirakan tidak di Oktober. Hal ini lantaran Pemkot masih kebingungan untuk menentukan mekanisme Raskinda antara mekanisme lelang ataukah mekanisme penunjukkan.

Wakil Ketua DPRD Supriyanto mengatakan, seharusnya dari awal sudah ada konsep yang jelas soal mekanisme pengadaan Raskinda. “Masa sudah masuk tahapan pengadaan harus tertunda. Ini bentuk ketidaksiapan Pemkot,” katanya kepada wartawan, Senin (23/9).

Supriyanto meminta Pemkot tidak lagi berpolemik soal mekanisme pengadaan Raskinda senilai Rp 2,1 miliar itu. Polemik yang terjadi hanya akan membuat program tersebut tidak segera dirasakan masyarakat.

“Percayakan saja ke Bulog sesuai Inpres No 3 Tahun 2012. Pemkot tinggal mengecek kualitas beras sama atau tidak dengan harga yang dipatok,” tegasnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD, M Rodhi menilai penyaluran Raskinda dengan dirapel justru akan membuat program tersebut tidak tepat sasaran. Pasalnya, dimungkinkan beras Raskinda dijual oleh penerima bukan untuk dimasak.

“Raskinda itu kan berasnya untuk dimakan. Masak makan mau dirapel. Kalau dirapel dikhawatirkan berasnya justru dijual. Kalau dijual lebih baik tidak usah diberi saja,” tuturnya.

Sedangkan untuk mekanisme pengadaan, Rodhi lebih sepakat dengan mekanisme lelang dibandingkan dengan penunjukkan langsung ke Bulog. Menurutnya, pengadaan beras yang mengacu Inpres 3/2012 hanya untuk pemerintah pusat.

“Inpres 3/2012 itu untuk siapa ? Itu untuk pemerintah pusat. Kalau pemerintah daerah ya melalui mekanisme lelang karena nilai pengadaannya di atas Rp 200 juta,” pungkas dia.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge