0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bayi Kembar di Mulut Masih Diteliti Tim Dokter RSHS Bandung

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung belum bisa menyimpulkan penyebab adanya fenomena bayi yang kembar siam parasit di mulut. Bayi bernama Ginan Septian Nugraha, saat ini masih dalam perawatan intensif di ruang intensive care unit (ICU).

“Penyebabnya multi faktor, karena jika melihat kondisi itu bisa dari fisik, lingkungan, kita sekarang masih teliti juga,” ungkap Kepala Sub Bagian Humas dan Protokoler dr Tengku Djumala Sari, di RSHS, Bandung, Senin (23/9).

Pihaknya mengaku tengah melakukan tindakan medik penyelamatan agar bayi tetap hidup. Pasalnya, sebelum melakukan operasi tim harus memiliki penunjang medik yang lengkap seperti, rontegen, radiologi, hasil laboratorium, dan lainnya apakah memungkinkan dilakukan tindakan secepatnya atau tidak.

“Saat ini kondisi bayi masih stabil, tapi memiliki perbedaan,” katanya.

Ginan sendiri saat ini masih dibantu menggunakan alat pernapasan, dan dirawat dalam tabung incubator. Untuk asupan makanan sendiri bayi masih menggunakan infus. Menurut dia, jika penunjang medik dapat dilengkapi bayi bisa segera dioperasi. Tim medis telah dipersiapkan.

“Tapi kita belum bisa menjelaskan kapannya,” tuturnya.

Ginan lahir pada Kamis 19 September 2013 lalu. Saat itu bayi pasangan Aep Supriatna (36) dan Yani Mulyani (31), lahir seperti adanya gumpalan daging di mulut sehingga memaksa Ginan untuk menganga.

Diduga bayi itu adalah kembar parasit, pasalnya daging itu memiliki kedua tangan dan kaki meski besarnya hanya seperempat tangan dewasa.

Aep meyakini, Bayi yang menempel dari mulut itu, sudah dipastikan tidak bernyawa meski dokter belum memberikan keterangan tersebut. “Tapi saya ingin dokter cepat mengoperasi menyelematkan Ginan,” paparnya. [did]

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge