0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Dia Musik Rap ala Madura

Sanggar Seni Tarara Madura. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Komunitas musik asal Madura mengusung karya berjudul Dhukka dalam Solo Internasional Performing Art (SIPA) 2013 di Benteng Vastenburg Solo, Minggu (22/9) malam. Penampilan mereka di malam terakhir perhelatan tersebut sekaligus membuktikan bahwa musik bergaya rap sudah ada ratusan tahun silam di Madura.

Dhukka sendiri merupakan sebutan untuk orang sekelompok orang Madura yang secara sengaja maupun tidak memainkan musik perkusif seadanya yang biasa disebut Bhu-tabbuwen. Pimpinan Sanggar Tarara Sudarsono, saat ditemui seusai pementasan menjelaskan, dengan alat-alat yang sederhana dan seadanya, orang Madura bermain apa adanya, sekehendak hatinya, tanpa ada rasa takut salah.

“Tidak ada rasa takut salah itulah yang membuat pertunjukan ini terlihat ekspresif. Tapi untuk tampil di SIPA, kami melakukan beberapa persiapan. Kami juga membawa instrumen musik asli Madura seperti thuk-thuk (dipukul) juga sronen (ditiup) yang biasa digunakan mengiringi Karapan Sapi,” ungkapnya

Selain musik yang perkusi, kelompok yang berdiri 2002 ini juga membawakan lagu permainan anak-anak Madura yang bertempo cepat.

“Kami ingin memperkenalkan kepada dunia, khasanah seni budaya di Madura. Ada lagu anak-anak dengan tempo cepat, seperti lagu rap, dan ini sudah dinyanyikan ratusan tahun lalu oleh moyang kami,” katanya.

“Banyak orang menganggap musik rap berasal dari luar negeri. Di Madura moyang kami sudah punya musik bergaya rap sejak ratusan tahun lalu,” pungkasnya.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge