0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Modernisasi RPH, Disnakan Terkendala Ubah Kebiasaan Jagal

Petugas memeriksa kesehatan sapi. (Ilustrasi). (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pembangunan Rumah Potong Hewan Ampel sudah mencapai 75 persen. Seluruh perlengkapan lebih modern dibandingkan sebelumnya. Namun, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali mengaku terkendala mengubah kebiasaan para jagal saat menyembelih sapi yang menaruh daging di atas lantai.

“Kita sedikit mengalami kendala dengan kebiasaan itu, nanti akan kita ajari pelan-pelan, nantinya menyembelih tidak di lantai tapi ada alatnya dan daging hasil sembelihan langsung digantung, jadi daging lebih hiegienis,” ungkap Kepala Disnakan Boyolali Dwi Priyatmoko, Minggu (22/9).

Diakui, saat ini para jagal menyembelih sapi di lantai, menaruh daging di lantai berbaur dengan kotoran sapi yang disembelih. Selain tidak hiegienis, kebiasaan ini dikhawatirkan akan menurunkan kualitas daging dan berimbas permintaan daging menurun.

Modernisasi RPH ini jelas Dwi, terutama untuk meningkatkan kualitas daging hasil pemotongan. Selain itu, setelah RPH Ampel dimodernisasi, juga akan meningkatkan kapasitas potong ternak hingga mencapai 200 ekor setiap hari, dari saat ini yang rata-rata hanya sekitar 100 ekor per hari. Di sisi lain, dengan meningkatnya kapasitas pemotongan, tentu saja akan meminimalisir keberadaan pemotongan hewan rumahan.

“Setelah RPH direhab, semua pemotongan dilakukan di sana (RPH), tidak ada lagi pemotongan di rumahan,” tegas Dwi.

Langkah ini juga termasuk upaya memberantas praktik penggelonggongan sapi di Boyolali. Pasalnya, praktik penggelonggongan sapi selama ini terjadi di pemotohan hewan rumahan di luar RPH.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge