0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tari Ronggeng Manis Dikonsep Eksotis Biar Tak Erotis

Ronggeng Manis di SIPA 2013. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Kesenian adat khas Banyumas Tari Ronggeng Manis ditampilkan oleh kelompok seni Pring Sarentet dalam gelaran SIPA 2013, di Benteng Vastenburg, Sabtu (21/9) malam. Kesenian yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat Banyumas tersebut dibawakan oleh 10 penari cantik.

Memakai busana khas tradisional Banyumas yang telah mendapat sentuhan kreasi tersebut, makin menambahkan kesan eksotis saat perempuan-perempuan tersebut mulai menari. Iringan alat musik yang didominasi gambang serta florr makin mengentalkan kesan Banyumasan dalam karya yang dibawakan.

Gerak rancak, perpaduan antara tari Ronggeng khas Banyumas, serta sejumlah gerakan tari Lengger yang dipengaruhi berbagai unsur tari nusantara tersebut makin nikmat untuk ditonton. Jauh dari kesan erotis dan seronok, namun lebih condong ke arah eksotisme kekayaan gerak tarian tradisi.

“Tari Ronggeng banyak dibawakan di Banyumasan. Meskipun kita semua tahu, bahwa tarian tersebut kerap tertanam unsur erotis dan seronok, namun kita mengolahnya dengan memberikan sentuhan agar terlihat elegan dan eksotis,” papar seniman asal Banyumas, Cahwati.

Dirinya yang juga turut dalam membawakan tari tersebut menuturkan, Tari Ronggeng Manis menceritakan tentang budaya dan kesenian adat masyarakat Banyumas. Dalam tarian tersebut terdapat unsur kebersamaan dan keceriaan, yang menjadi falsafah dalam menjalani kehidupan.

“Tari Ronggeng Manis merupakan sebuah tarian yang berpijak pada unsur-unsur budaya dan tradisi. Namun, kita sedikit kreasikan agar mendapat sentuhan manis dalam pertunjukan,” terang Cahwati.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge