0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

S Haryadi: Sekalipun Hidup Susah, Mengapa Harus Mengeluh?

S Haryadi. (Dok: Timlo.net/Istimewa)

Solo — S Haryadi dikenal oleh masyarakat Solo sebagai pendiri surat kabar Joglosemar dan juga sebagai Presiden Komisaris PT Nugroho Santoso yang bergerak di bidang percetakan dan penerbitan buku.  Namun sebelum mengalami kesuksesan seperti yang dimilikinya tersebut, Haryadi akrab dengan penderitaan dan biasa mengalami kekurangan dari semenjak kecil.

Sang bapak bekerja sebagai PNS di sebuah puskemas di Karangpandan, Karanganyar dengan penghasilan apa adanya. Sementara sang ibu adalah seorang ibu rumah tangga. “Makan sekali sehari, waktu itu adalah hal yang biasa,” terang S Haryadi ditemui Timlo.net, di Black Canyon, Solo Paragon Mall, Jumat (6/9) silam.

Karena orangtua tidak mampu untuk terus membiayai, maka semenjak kecil Haryadi ikut dengan sang paman dan eyangnya di Solo. Kegagalan dan kekurangan ini juga sempat dialaminya setelah dia menikah. Selepas dia berhenti menjadi guru dan berpindah-pindah profesi, mengalami kekurangan adalah hal yang akrab dalam hidupnya. Ada masa di mana kadang-kadang dia tidak mendapat penghasilan dalam waktu sebulan sewaktu dia menjadi freelance.

“Tapi saya tidak pernah merasa menderita. Dan tidak pernah mengeluh,” kata pria kelahiran Solo, 5 Juli 1954 tersebut.

Dia beranggapan bahwa keluhan itu justru membuat hidupnya lebih menderita. “Orang yang sering mengeluh tentang hidupnya biasanya suka mencari kambing hitam untuk kondisi yang tidak mengenakkan yang dialaminya. Jangan selalu mengkambing hitamkan orang lain. Malah kita harus bekerja keras, bekerja cerdas dan tuntas,” terangnya.

Haryadi merasa bersyukur dengan kehidupan dan kesuksesan yang dia alami sekarang ini. Tapi dia mengaku bahwa dia tidak akan pernah berhenti bermimpi dan ingin merambah bisnis-bisnis di bidang lain.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge