0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gelar Demo di Dinsosnakertrans

KSPI Karanganyar: Hapus Upah Murah Buruh!

Demo buruh menuntut kenaikan UMK (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kabupaten Karanganyar menggelar aksi demo menuntut penghapusan upah murah buruh. Aksi dimulai dengan konvoi dari depan Monumen Jaten menuju ke Kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Sabtu (21/9).

Korlap aksi sekaligus pengurus KSPI Kabupaten Karanganyar, Eko Supriyanto mengatakan, pemerintah justru membuat kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Kebijakan politik tersebut yakni adanya rencana Instruksi Presiden (Inpres) mengenai pembatasan penetapan kenaikan upah minimum yang hanya ditentukan inflasi plus 5 % dan plus 10 % dan survei KHL dilakukan oleh BPS tidak lagi melibatkan unsur serikan pekerja atau buruh.

Inpres ini diakui Eko sebagai bagian dari rekayasa untuk menutupi kegalauan Menko Perekonomian, Menteri Perindustrian dan Apindo.

Khusus di Jawa Tengah upah yang diterima para buruh merupakan paling termurah. Rata-rata upah yang diterima buruh di bawah satu juta rupiah. Untuk Kabupaten Karanganyar para buruh mendapatkan upah minumun kabupaten (UMK). 2013 sebesar Rp 896.500 per bulan. Upah ini jauh lebih rendah dibanding upah dari Kota Semarang sebesar Rp 1.209.100 dan Kabupaten Semarang Rp 1.051.000.

”Provinsi Jawa Tengah sebagai pemegang rekor upah minimum rendah dari seluruh di daerah di Indonesia,” ujar Eko Supriyanto.

Hingga tahun 2013 ini UMK di Kabupaten Karanganyar ditetapkan berdasarkan hasil survei rata rata dari total survei yang dilakukan sepanjang tahun. Sementara wilayah lain menggunakan prediksi hasil survei sampai Desember.

“Kami ajukan tiga buah tuntutan kepada Pemkab Karanganyar sebagai bentuk kepedulian kepada nasib buruh,” lanjutnya.

Tiga tuntutan itu yakni, tolak Inpres tentang pembatasan penetapan UMK kenaikan yang hanya ditentukan inflasi plus 5 % hingga 10 %. Kedua, dasar penetapan upah minimum dari 60 item menjadi 84 item KHL untuk UMK 2014 dan KHL Soloraya sebesar Rp 3.084.111. Ketiga, jalankan jaminan kesehatan seluruh rakyat Indonesia per 1 Januari 2014 tanpa tahapan dengan jumlah PBI 156 juta orang bukan 86,4 juta orang dan iuran buruh dibayar pengusaha.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge