0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bikin Warga Bulu Resah

Kera Turun Gunung Diusir dengan Mercon Bumbung

Kera dari gunung yang mulai turun di pemukiman warga Kecamatan Bulu, Sukoharjo (Dok.Timlo.net/ Sahid B Susanto)

Sukoharjo – DPRD Sukoharjo mengaku prihatin dengan serangan kera yang masuk hingga pemukiman warga di Kecamatan Bulu beberapa waktu terakhir. Pasalnya hingga kini, tidak ad penanganan khusus dari pihak terkait untuk mencegah invasi kera tersebut terjadi setiap datangnya musim kemarau.

Wakil Ketua DPRD Sukoharjo Jaka Wuryanta mengatakan, serangan kera seharusnya masuk dalam kategori bencana musiman. Pasalnya, dapat dipastikan jika serangan kera itu terjadi rutin setiap datang musim kemarau, akibat habisnya makanan di wilayah pegunungan yang notabenenya menjadi habitat kera tersebut.

“Harusnya ada perhatian. Karena ini terjadi musiman dan sudah lama. Mungkin salah satu solusinya kan bisa memberdayakan masyarakat dan menanam tanaman keras yang buahnya bisa menjadi makanan kera,” ujar Jaka Wuryanta, Sabtu (21/9).

Pihaknya memperhaikan kelanjutan hidup kera-kera tersebut, dan tentang kemungkinan menjadi asset wisata. Pasalnya bukan tidak mungkin jika ada perhatian dan digarap dengan jeli atau teliti potensi wisata dari keberadaan kera itu dapat dikembangkan.

Sementara itu, Relawan Batu Seribu merencanakan upaya pengusiran kera liar yang masuk ke pemukiman warga Bulu tersebut. Komandan Relawan Batu Seribu Lesus Triyanto mengatakan, pengusiran rencananya dilakukan pada Minggu (22/9). Cara yang digunakan adalah dengan menggunakan alat bazooka seperti mercon bumbung dengan bahan bakar spirtus. Dengan ledakan tersebut mungkin kera akan jera masuk ke pemukiman warga.

“Mengingat suaranya keras, sehingga kita harus berkoordinasi dan mendapatkan persetujuan warga sekitar, Polsek juga Koramil. Ini kita masih koordinasi,” ujar Lesus.

Lesus juga memikirkan keberlangsungan habitat kera liar tersebut, dan bukan semata-mata melakukan pengusiran. “Yang menjadi dilema adalah, bila kera-kera tersebut tidak masuk desa, terus mereka dihutan akan makan apa? Padahal memang mereka turun gunung karena mencari makanan. Maka kita pikirkan rencana berikutny,” ujarnya



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge