0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pakar UNS: Transportasi Massal Dulu, Baru Mobil Murah

Kemacetan di Solo (dok.timlo.net/irawan mintorogo)

Solo —  Kritikan terkait peluncuran sejumlah varian mobil murah di Tanah Air terus mengalir. Pemerintah diminta untuk menyiapkan sistem transportasi massal yang lebih profesional dan insfrastruktur yang memadai sebelum memberi kebebasan pada produsen mobil murah memasuki pasar Nusantara.

Pengamat transportasi massal dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Eng Syafii mengungkapkan, pemerintah sebaiknya mengambil kebijakan lebih solutif dalam hal peredaran mobil murah. Yakni, dengan memperbaiki sistem transportasi massal yang ada. Langkah itu diambil sebelum membebaskan produsen mobil murah masuk ke pasar tanah air.

“Kalau sistem transportasi massal sudah tertata dengan baik, kebijakan mobil murah baru bisa dijalankan,” katanya kepada wartawan, Sabtu (21/9).

Dirinya melihat, ada dua kebijakan yang saling berbeda dari pemerintah saat ini. Pemerintah ingin mendongkrak pendapatan dari industri otomotif dengan membuka peluang selebar-lebarnya bagi produsen mobil murah untuk melakukan penetrasi pasar di Indonesia.

Kemasan yang ditawarkan dalam program ini juga menurutnya cukup menarik. “Dengan adanya janji-janji bahwa mobil murah itu bisa menghemat energi dan ramah lingkungan,” terangnya.

Namun di sisi lain, kebijakan itu bertolak belakang dengan kebijakan lainnya yang akan melakukan pembenahan transportasi massal. Dengan kata lain, meski pemerintah berupaya mengurai kepadatan lalu lintas di jalan raya, namun dengan adanya kebijakan penggelontoran mobil murah ini, menjadikan dua kebijakan tersebut menjadi tidak seiring.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge