0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-gara Bisnis Bangkrut, Rully Kustandar Temukan Kebun Emas

Rully Kustandar (kiri) (Dok: Timlo.net/ Istimewa)

Solo — Rully Kustandar merupakan sosok yang dikenal publik sebagai motivator dan entrepreneur. Rully dikenal berkat penjualan eBook (electronic book/ buku digital) tentang investasi emas yang diberinya judul Kebun Emas yang dipasarkan melalui sebuah situs di Internet.  Begitu dirilis, penjualan eBook tersebut pernah mencapai 100 ribu buah, padahal masing-masing eBook dijual seharga Rp 250 ribu.

Tapi siapa sangka bahwa ide untuk menulis buku tentang investasi emas ini diawali dari kebangkrutan yang dialami Rully. Ditemui di acara kopi darat JISPortal, di Griya Tumpeng Solo, Sabtu (14/9) sore, Rully mengisahkan perjalanannya menapaki bisnis Internet.

Pria tersebut dengan santai berkisah bahwa dia sebenarnya sudah mengenal bisnis online semenjak 2005 di mana dia menjadi member generasi pertama dari sekolah bisnis online AsianBrain yang didirikan oleh Anne Ahira. “Tapi waktu itu saya gak aktif dan belum fokus ke bisnis online,” terang Rully.

Pria berkacamata itu tampil santai dengan kaos oblong dan celana pendek dan bertopi. Dengan duduk lesehan di sebuah ruangan di Griya Tumpeng dikelilingi oleh para anggota JISPortal, pria kelahiran Bandung pada 18 Mei 1968 itu bercerita bahwa dia awalnya memiliki bisnis bengkel dan cuci mobil di Jakarta Selatan dan mini market di Bogor pada 2004.

Pada masa itu dia juga aktif mengisi berbagai seminar-seminar kewirahusahaan di lebih dari 60 kota seluruh Indonesia. Sayangnya pada tahun 2007, dia mengalami kebangkrutan dan malah berhutang sekitar Rp 5 miliar. Merasa gagal dan putus asa, dia kembali ke Bandung.

Di tengah keterpurukannya itu, dia menemukan konsep berinvestasi dengan emas. Waktu itu, dia ingin menuangkan konsep tersebut lewat sebuah buku. Tapi dia tahu bahwa untuk menerbitkan sebuah buku memerlukan modal yang cukup besar karena penerbit buku akan mengharuskan dia untuk membayar sebagian biaya cetak. “Tapi waktu itu saya sedang bangkrut, jadi saya dapat uang dari mana?” tanya Rully retoris. Sesekali, pria yang pernah bekerja sebagai programmer itu menyeruput kopi hitam yang terletak di meja di depannya.

Akhirnya dia menemukan ide membuat eBook setelah melihat salah seorang Internet marketer melakukan hal serupa. Pada 2009, dia merilis eBook dengan judul “Jurus Cerdas Berkebun EMAS.” Dan respon masyarakat ternyata cukup baik. Dia bahkan diminta oleh sebuah bank di Indonesia untuk menjadi duta dari bank syariah di Indonesia.

Rully tidak berhenti hanya dengan menjual eBook saja. Pada 2010, dia mulai mencoba menjadi affiliate untuk program ClickBank. Dia memakai program iklan yang disediakan Facebook untuk mempromosikan produk-produk ClickBank. Berawal dari hanya sekedar mencoba, Rully ternyata juga meraih kesuksesan dengan program ClickBank ini. Dia bahkan dinobatkan menjadi The Best Affiliate Marketing ClickBank tahun 2010. Dia sempat memperoleh penghasilan sekitar $100 ribu per bulannya.

Tapi setelah satu tahun bermain di program affiliasi tersebut, Rully mulai merasakan kejenuhan, “Memang kita bekerja karena kita butuh uang. Tapi tidak hanya itu saja. Saya mulai merasa jenuh. Saya butuh tantangan baru,” ujar Rully.

Akhirnya pada 2011, dia berhenti menggunakan ClickBank dan mulai menjelajahi bidang lain dalam bisnis online. Dia melihat bahwa perkembangan teknologi seluler di dunia sudah berkembang pesat. Produk smartphone dan tablet bukan lagi hal yang langka bagi masyarakat Indonesia.

“Masa depan bisnis online ada di dunia mobile,” ujar Rully.

Oleh karena itu, dia memutuskan untuk terjun dalam bidang pembuatan aplikasi untuk peralatan buatan Apple seperti iPad dan iPhone. Ide yang dia miliki sebenarnya sederhana, yaitu membuat aplikasi-aplikasi yang menyajikan informasi yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.

Misalnya, dia membuat aplikasi berbayar yang berisi tentang materi KHUP, daftar harga bahan bangunan, dan informasi-informasi lainnya.  Proses pembuatan aplikasi-aplikasi tersebut cukup mudah,dan proses pengumpulan informasi juga cukup mudah dilakukan.

Masyarakat Indonesia pun sekarang ini sudah mulai berani membelanjakan uang untuk membeli aplikasi-aplikasi untuk ponsel atau tablet mereka. Bila sebelumnya, orang-orang Indonesia hanya membeli ponsel atau tablet  hanya untuk gengsi semata, sekarang masyarakat sudah mulai menggunakan ponsel dan tablet untuk bekerja dan belajar.

 

Editor : Eddie Mutaqin

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge