0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Soal Calo Tiket, Panitia SIPA 2013 Ngaku Kecolongan

Pembukaan SIPA 2013 di Benteng Vastenburg, Jumat (20/9) malam (dok.timlo.net/ Arini Zahrotul Jannah)

Solo — Terkait aksi sejumlah oknum calo yang memperjualbelikan tiket perhelatan SIPA 2013, pihak panitia mengaku kecolongan. Pasalnya, hal itu di luar prediksi yang mereka rencanakan sebelumnya.

Humas SIPA 2013, Nur Aisyah mengaku pihaknya tidak menyangka akan terjadi hal semacam itu. Padahal, pihaknya telah membagikan sekitar 1.000 tiket per hari on the spot untuk masyarakat umum. Tiket tersebut di luar 7.000 tiket yang telah dibagikan panitia SIPA 2013 sebelum perhelatan SIPA 2013 digelar.

“Kami juga tidak menyangka ada yang memanfaatkan tiket yang sudah kami berikan gratis. Sebenarnya juga sudah diantisipasi dengan satu orang hanya boleh mengambil satu tiket. Ini menjadi evaluasi dan perbaikan untuk kami,” jelasnya.

Dijelaskan, tiket yang dijual oknum calo termasuk tiket asli meski tidak ada nomor seri. Pasalnya, tiket SIPA dengan nomor seri telah habis didistribusikan beberapa waktu lalu sebelum SIPA digelar.

“7.000 tiket habis waktu pembagian (sebelum SIPA digelar). Yang itu ada nomor seri, untuk yang dibagi on the spot tidak ada nomor seri. Jadi yang dijual oknum calo itu bukan tiket palsu karena kita juga tidak mensyaratkan menunjukkan KTP ketika mengambil tiket gratis on the spot. Kita juga sudah open gate untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat karena tiket sudah habis,” terangnya.

Perhelatan SIPA 2013, Jumat (20/9), dibuka dengan penampilan dari Sanggar Seni Tanadoang (Sulawesi Selatan). Lalu, Delegasi asal Negara Swedia Virpi Pahkinen, dengan karya bertajuk Solo Spider.

Pembukaan SIPA 2013 yang dilakukan langsung oleh Ketua SIPA 2013 Irawati Kusumorasri dan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, berlangsung meriah. Lahan seluas 9 hektar di Benteng Vastenburg berubah menjadi lautan kembang api ketika ribuan penonton serempak menyalakan kembang api sebagai penanda dibukanya SIPA 2013.

Selain Virpi Pahkinen, juga tampil Sanggar Semarak Candra Kirana, Sanggar Seni Tanadoang (Kepulauan Selayar), kelompok ansambel musik Noreum Machi (Korea Selatan) Zhuhai Hansheng Art (China), dan ditutup oleh Nan Jombang (Sumatera Barat).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge