0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Laba-laba Swedia Bikin Deg-degan Penonton SIPA

Penampilan delegasi Swedia dalam SIPA 2013, di Benteng Vastenburg, Jumat (20/9) malam (dok.timlo.net/ Arini Zahrotul Jannah)

Solo — Lantunan suara kecapi mengiringi pertunjukan delegasi Swedia, Virpi Pahkinen, di panggung SIPA 2013, di Benteng Vastenburg, Jumat (20/9) malam. Penari tunggal terkenal di Negeri Scandinavia tersebut terinspirasi dari perilaku hewan laba-laba.

Dengan memakai busana serba hitam, perempuan yang tumbuh dan besar di dua negara yakni Swedia dan Finlandia tersebut tampak elegan. Dirinya mengeksplor kelenturan tubuhnya untuk menyajikan karya yang diberi nama “Solo Spider”.

Baginya, mementaskan karya tersebut merupakan sebuah tantangan besar. Pasalnya dirinya harus mengamati detail dari perilaku laba-laba saat berada di atas jaring yang dibuatnya.

Sejumlah gerakan-gerakan ekstrem acapkali ditampilkan, yang mengundang decak kagum ribuan penonton SIPA yang menyaksikan pertunjukan itu.

“Bagi saya, tingkah laku laba-laba sangat eksotik. Maka dari itu, saya membulatkan tekad untuk menyajikan karya seni ini,” terang perempuan yang pernah berkolaborasi dengan koreografer kondang Kota Solo, Mugiyo Kasido.

Tak hanya itu, perempuan bertubuh langsing dan tinggi tersebut kerapkali membentuk tubuhnya seperti simbol ‘Omega Point’. Gerakan berputar dan membentuk tubuh melingkar tersebut sebagai gambaran bahwa alam semesta sebagai pusat perkembangan yang sangat kompleks.

Dia berpendapat, melalui simbol yang ditampilkan itu masyarakat mampu menangkap dan menyikapi kompleksitas yang terjadi di alam semesta ini. Sehingga, kehidupan alam dan manusia dapat berjalan beriringan.

“Karya yang saya ciptakan ini untuk memposisikan posisi manusia ada dimana. Apakah kita akan meredam, atau menerangi kehidupan. Mari kita menempatkan diri ke posisi yang terbaik dengan Tuhan,” ajaknya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge