0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Benteng Kerajaan Indragiri Dirusak

Makam Narasinga II. (Dok.Merdeka.com)

Timlo.net — Ironis, Benteng sejarah kerajaan Indragiri di desa Kotalama, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, dirusak. Keluarga dan ahli waris kerajaan menuding Pemkab Inhu melakukan perusakan pada situs budaya mereka.

Lagi-lagi, Pemkab Inhu dituding merubah situs sejarah kerajaan. Sebelumnya Pemkab Inhu berencana menggali makam panglima Andi Sumpu Muhammad, kali ini benteng Gudang Garam yang memiliki sejarah dan merupakan cagar budaya di kompleka makam raja Indragiri kembali dirusak.

Perusakan benteng yang berada di sisi kiri makam raja Narasinga II di Desa Kotalama itu karena akan dibangun pagar dalam kegiatan proyek Pemkab Inhu melalui Disporabudsata Inhu tahun 2013.

“Benteng ini memiliki sejarah, ini merupakan penghilangan situs bahkan merusak cagar budaya. Kami minta ini dihentikan,” ujar Encik Mirzan Aladin Ali, kepada merdeka.com, Jumat (20/9).

Benteng Gudang Garam yang membatasi komplek makam raja raja Indragiri ternyata merupakan cagar budaya yang dipelihara oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Batusangkar wilayah Sumbar, Riau dan Kepulauan Riau. Yang mana saat ini benteng tersebut merupakan salah satu yang sedang diusulkan menjadi kawasan cagar budaya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Koordinator BPCB di Inhu, Saharan dikonfirmasi merdeka.com mengatakan, dengan adanya kegiatan Pemkab Inhu yang menggali benteng Gudang Garam sepanjang sekitar 120 meter untuk dibangun pagar. Maka balai pelestarian cagar budaya telah melakukan audiensi dengan Pemkab Inhu melalui Disporabudsata Inhu, agar kegiatan tersebut dihentikan karena dianggap merusak cagar budaya yang ada di kawasan komplek makam raja Indragiri.

“Kami telah meminta kepada Pemkab Inhu melalui Disporabudsata agar penggalian benteng untuk pembangunan pagar dihentikan, dan benteng yang sudah digali agar ditimbun kembali,” ujar Saharan Jumat (20/9).

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudsata Inhu, Haji Mailiswin dikonfirmasi mengakui bahwa benteng Gudang Garam tersebut adalah merupakan bukti sejarah dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Pihaknya mengaku telah meminta kepada kontraktor pelaksana kegiatan agar menghentikan kegiatan pembangunan pagar di benteng tersebut. Dan diminta juga agar menimbun kembali benteng yang sempat digali tersebut.

“Pembangunan pagar telah kita pindahkan ke lokasi lain yang juga tetap di sisi komplek makam raja raja Indragiri. Selanjutnya kontraktor telah kita minta agar menimbun kembali galian di benteng tersebut,” jelas Mailiswin.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge