0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Panwaslu Laporkan Perusakan Atribut Kampanye ke Polisi

Atribut kampanye terpasang di Colomadu. (Dok.Timlo.net/ Nanang Rahadian)

Karanganyar — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Karanganyar akhirnya melaporkan kasus perusakan atribut kampanye milik pasangan Pasti ke Polres Karanganyar, Jumat (20/9). Dengan Surat tanda terima laporan bernomor B/245/IX/2013/Res. Kra.

Dalam laporan itu tersangka bernama Wawan Sumardiyono, warga Dusun Plamar, Desa Jatiyoso, Kecamatan Jatiyoso.

“Kami sudah melaporkan kasus perusakan atribut kampanye ini ke Polres Karanganyar,” terang Ketua Panwaslu Dwi Joko Mulyono saat ditemui.

Joko menjelaskan, pelaporan yang dilakukan pihaknya berdasar hasil pembahasan di Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu), dimana ternyata termasuk pelanggaran pidana pemilu. Dari hasil klarifikasi terhadap tersangka, pelaku mengakui perbuatannya.

Tersangka melakukan pengrusakan atribut milik pasangan Pasti atas inisiatifnya sendiri. Dia melakukan pengrusakan pada malam kejadian dan telah merusak tiga atribut dengan melubangi menggunakan pisau. Motif tersangka merusak karena jengkel, sebab atribut milik pasangan calon yang dia dukung selalu hilang. Karena di daerahnya hanya terdapat alat peraga milik dua pasangan calon, yakni Pasti dan pasangan Juliyatmono-Rohadi Widodo (Yuro), maka tersangka merusak atribut Pasti.

“Saat kami klarifikasi, tersangka juga mengaku sebagai relawan pasangan YuRo,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka diancam pasal 78 huruf G Undang Undang (UU) 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pelaku juga diancam sanksi pasal 116 ayat 3 UU 32/2004, yakni pidana penjara paling singkat satu bulan penjara dan maksimal enam bulan penjara, dan denda antara Rp 100 ribu – Rp 1 juta.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge