0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Jepang Jadi Tersangka Dugaan Hibah Damkar

Armada pemadam kebakaran. (dok.timlo.net/aris arianto)

Timlo.net — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menetapkan seorang warga (WN) Jepang, Yoshimune, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi hibah bantuan dua unit armada pemadam kebakaran untuk Pemerintah Kota Pare-pare. Hibah tersebut senilai Rp 900 juta.

“Berdasarkan penyelidikan dan penyidikan terhadap tiga orang tersangka serta adanya dokumen yang menjadi alat bukti sehingga Yoshimune ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus bantuan angkutan mobil hibah dari Pemerintah Jepang kepada Pemerintah Kota Parepare,” jelas Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Nur Alim Rachim di Makassar seperti dikutip dari Antara, Jumat (20/9).

Sebelumnya Kejati memeriksa tiga orang tersangka yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Parepare Irwan Ramli, mantan Kepala Inspektorat Badaruddin, dan seorang pejabat eselon III di Dinas PU Parepare Syahrul Ramadhan.

Dalam pemeriksaan ketiganya oleh tim penyidik, mereka mengakui adanya kontrak kerjasama (MoU) antara Pemerintah Kota Parepare dengan pihak PT Kifa dalam hal ini Direktur Eksekutif, Yoshimune.

Dalam kesepakatan itu, pihak Pemkot Parepare bersedia membayar biaya angkut dua unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) bantuan hibah Pemerintah Jepang kepada PT Kifa sebagai mediator dalam mengangkut armada Damkar tersebut.

“Hasil pemeriksaan itu terindikasi adanya kerja sama antara ketiga tersangka dengan pihak PT Kifa dalam hal ini Vice Precident, Yoshimune. Kerja sama itu telah merugikan keuangan negara karena dianggarkan dalam APBD Parepare tahun anggaran 2011,” katanya.

Sebelumnya, Konsuler Jepang di Makassar membantu Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menyelidiki perusahaan pemberi hibah dua unit mobil pemadam kebakaran dari PT Kifa kepada Pemerintah Kota Parepare dan menyimpulkan perusahaan tidak terdaftar di Jepang.

“Setelah kami berkoordinasi dengan Konsuler Jepang di Makassar terkait dugaan korupsi mobil pemadam kebakaran Pemkot Parepare yang melibatkan perusahaan dari Jepang itu ternyata diduga fiktif karena tidak ada dalam daftar perusahaan di Jepang,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan pihak Konsuler Jepang di Makassar untuk mengetahui identitas dari Vice President PT Kifa Yoshimune Yamada serta instansi maupun perusahaan yang dimilikinya.

Namun setelah beberapa hari melakukan pendataan dan menginvestigasi langsung ke Jepang, ternyata lembaga atau perusahaan yang dimaksud belum terdaftar di Jepang, bahkan nama Yoshimune Yamada tidak ditemukan sebagai warga Jepang yang pernah berkunjung ke Indonesia terkhusus di Sulawesi Selatan.

“Penjelasan dari pihak Konsuler Jepang menyatakan kalau perusahaan itu tidak ada di negaranya, bahkan nama Vice President PT Kifa Yoshimune Yamada yang dijelaskan sebagai pemberi hibah mobil damkar untuk Pemkot Palopo itu tidak pernah datang ke Sulsel,” katanya.

Nur Alim mengaku dengan adanya informasi yang diperoleh Kejati Sulsel dari pihak Konsuler Jepang itu semakin menguatkan penyidikan kejaksaan jika dalam proses pengadaan dua unit armada pemadam kebakaran itu diduga fiktif.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge