0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penyegelan Balai Desa Tarubatang, DPRD : Kami akan Turun ke Lapangan

Kantor Balaidesa Tarubatang. (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Kalangan DPRD Boyolali menyayangkan penyegelan yang dilakukan warga pendukung Kades pemenang Pilkades, Purwanto. Aksi penyegelan tersebut sangat merugikan masyarakat lain. Pasalnya, pelayanan desa menjadi terhambat. Selain itu, DPRD juga siap menjadi mediasi dalam persoalan tersebut.

Wakil Pimpinan DPRD Boyolali, Turisti Hindriya, mengaku kaget dengan aksi penyegelan di Balai Desa Tarubatang. Menyikapi hal itu, pihaknya mendesak bupati Boyolali, Seno Samudro, untuk mengambil sikap tegas dalam menyelesaikan konflik pilkades Tarubatang. Pasalnya, bila tidak ditanggapi maka masyarakat yang akan dirugikan.

“Bupati mestinya menghormati proses demokrasi masyarakat Tarubatang, Kades pemenang harus segera dilantik, dia punya hak, sementara untuk proses hukum dugaan pemalsuan ijazah, biarkan mengiringi,” tandas Turisti, Jumat (20/9).

Disisi lain, Ketua DPRD Boyolali S Paryanto menyatakan memahami sikap sebagian masyarakat Tarubatang yang kemudian menyegel kantor balai desa setempat, dan menganggapnya sebagai bentuk luapan emosi. Meski demikian, Paryanto menilai hal tersebut akibat kurangnya pemahaman pada warga, terutama terkait regulasi yang ada. Terkait ini menurut dia, eksekutif dan legislatif harus turun ke lapangan atau mengundang warga serta pemangku kepentingan lainnya, untuk duduk bersama dan memberikan penjelasan.

“Kami akan turun ke lapangan atau mengundang mereka untuk duduk bersama dan menjelaskan norma-norma yang ada, ini kan terjadi karena kurangnya pemahaman warga,” kata Paryanto, Jumat (20/9).

Sementara itu menurut Bupati Boyolali, Seno Samodro saat dikonfirmasi menyatakan akan menurunkan tim untuk memeriksa kondisi yang terjadi di Tarubatang. Menurut Bupati, pihaknya melalui Sekda, akan menindaklanjuti persoalan tersebut hingga tuntas.

“Pasti akan diperiksa tim, Sekda siap menindaklanjuti,” ungkap Bupati.

Menyikapi kondisi Desa Tarubatang saat ini, menurut Bupati setidaknya ada dua opsi permasalahan ini, yakni panitia memutuskan menganulir kemenangan Purwanto dan menyerahkannya kepada Cakades lainnya yang memperoleh suara terbanyak kedua, atau menggelar Pilkades ulang. Yang pasti menurut Bupati, hal itu merupakan kewenangan panitia Pilkades.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge