0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ritual di Makam Pendiri Kota Blitar, Warga Kesurupan Massal

(Ilustrasi) Kesurupan (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Sejumlah warga mengalami kesurupan saat ritual bersih desa di makam Adipati Aryo di Kota Blitar, Jatim. Akibat kesurupan massal ini, panitia terpaksa mengevakuasi pejabat serta tamu undangan lain yang datang ke acara tersebut.

“Panitia sengaja mengevakuasi para tamu undangan. Kami tidak ingin, terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Sri Utami, salah seorang panitia acara di lokasi kegiatan seperti dikutip dari Antara, Jumat (20/9).

Dia mengatakan kegiatan bersih-bersih desa dilakukan bersama dengan acara kirim doa kepada sesepuh, sekaligus pemimpin pertama di Kabupaten Blitar ini. Adipati Aryo memang dituakan oleh warga, dan mereka pun sering ziarah di tempat ini.

Adipati Aryo juga sosok yang sangat dihormati di daerah ini. Seluruh warga, termasuk para pejabat juga diundang dalam acara tersebut. Pihaknya tidak mengetahui dengan persis penyebab terjadinya kejadian itu.

Panitia lain pun langsung memanggilkan sesepuh untuk membantu memulihkan kondisi warga yang kesurupan. Kegiatan bersih desa itu merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan di makam tersebut.

Warga membawa tumpeng lengkap dengan nasi dan lauk pauknya dan dikumpulkan di lokasi makam tersebut. Jumlah tumpeng yang dibawa cukup banyak.

Tumpeng itu dihias dengan cukup menarik, dan terbuat dari wadah pohon pisang. Hal itu dilakukan, untuk menunjukkan kesederhanaan, mengingat dalam ritual sebelumnya, warga juga memanfaatkan media yang sama.

Kegiatan itu dilakukan sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas rejeki yang dianugerahkan, serta sebagai sedekah, guna menolak bala atau musibah. Mereka sedekah dengan membawa makanan yang dimakan bersama di tempat tempat tersebut. Selain membawa tumpeng kecil, warga juga membawa tumpeng raksasa yang isinya juga makanan.

Tumpeng ini merupakan simbol hasil bumi dari lahan yang ditanam para petani. Namun, sejumlah peserta sempat mengamuk di depan kantor kelurahan, saat rombongan baru saja diberangkatkan. Warga yang mengamuk itu berteriak-teriak mirip orang kesurupan, bahkan mereka juga berusaha menyerang tamu undangan. Hal itu membuat sejumlah tamu undangan takut, sehingga panitia mengevakuasi mereka.

Para peserta yang mengamuk itu akhirnya bisa tenang, ketika sesepuh desa berusaha membantu untuk menyadarkan mereka dengan diberi doa-doa. Sejumlah warga yang sempat mengamuk di tempat itu akhirnya berhasil disadarkan, tetapi ada juga yang sulit, sehingga mereka harus lebih intensif untuk disembuhkan.

Setelah pulih, mereka dibawa ke belakang lokasi agar istirahat, sehingga kesurupan yang mereka alami tidak kembali terjadi. Acara akhirnya bisa berlangsung kembali dengan lancar sampai akhir. [hhw]

Sumber: merdeka.com

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge