0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pejabat PT KAI Dipindah, Mediasi Warga Bantaran Rel Molor

Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno (dok.timlo.net/red)

Solo —  Upaya mediasi warga bantaran rel dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang difasilitasi DPRD Solo dipastikan molor. Hal ini lantaran pejabat PT KAI yang menangani persoalan warga bantaran tersebut dipindah tugaskan.

Ketua DPRD Solo, YF Sukasno mengatakan sebenarnya kedua belah pihak, baik paguyuban warga bantaran maupun manajemen PT KAI menyatakan siap untuk dilakukannya mediasi. Hanya saja ketika pihaknya melakukan komunikasi dengan PT KAI untuk menjadwalkan mediasi, Deputi Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop VI Yogyakarta, Sri Astuti telah dipindahkan.

“Ternyata Bu Sri Astuti sudah dipindah. Jadi menunggu pejabat yang baru. Padahal pejabat baru kan tidak tahu (persoalan) dari awal,” kata Sukasno kepada wartawan, Jum’at (20/9).

Sukasno melanjutkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan PT KAI Solo agar dalam waktu dekat, upaya mediasi dengan PT KAI tetap dilangsungkan. “Dari hasil konfirmasi ke PT KAI Solo, langkah mediasi sedang dikoordinasikan ke pejabat baru Daop VI. Karena semua komunikasi memang dengan Daop VI,” terangnya.

Terpisah, Ketua Harian Paguyuban Warga Bantaran Rel Siti Hanguripi, Suharno mengatakan pihaknya siap bertemu dengan manajemen PT KAI. Melalui pertemuan dengan PT KAI diharapkan manajemen PT KAI tahu dengan keinginan warga bantaran rel yang sebenarnya.

“Tidak hanya soal tarif saja, tetapi juga soal status tanah. Dalam soal status tanah, PT KAI multitafsir terhadap tanah yang ada di jalur rel maupun dan di luar stasiun. Selama ini kan batas-batasnya tidak jelas. Status tanah itu kan ada tiga persoalan yaitu tanah bantaran, tanah di luar dan di dalam stasiun dan tanah bekas rumah dinas. Itu yang kami sampaikan agar dipahami,” jelasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge