0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jual Daging Sapi Campur Babi, Suami Istri Jadi Tersangka

Proses pemusnahan barang bukti daging sapi dan babi di Wonogiri (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Pihak Polres Wonogiri akhirnya resmi menetapkan pasangan suami-istri Suroyo (63) dan Karsiyem (47) warga Dusun Mandeyan, Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro sebagai tersangka pembuat dan penjual daging sapi dioplos daging babi. Kasus dinyatakan telah P21 alias siap dan akan segera dilimpahkan ke kejaksaan.

Kapolres Wonogiri AKBP Tanti Septiyani melalui Kasat Reskrim AKP Priyo Utomo mengatakan, keduanya diancam pasal 62 dan 63 KUHP Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hukumannya maksimal 4 tahun penjara.

“Kasus menjadi P21 terhitung tanggal 17 September lalu. Sehingga, para tersangka tidak boleh berjualan daging dan bakso. Harus berhenti dulu hingga semua proses hukum selesai. Namun tergantung nanti vonis hakim bagaimana,” jelasnya melalui telepon, Jumat (20/9).

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, keduanya tidak ditahan. Pasalnya ancaman masa tahanan kurang dari lima tahun.

Sekadar mengingatkan, awal Agustus kemarin, pihak Polres Wonogiri menangkap keduanya saat berada di Pasar Baturetno. Mereka dengan menggunakan mobil pick up membawa sejumlah daging. Di antaranya daging sapi, daging babi, dan jerohan. Keseluruhan daging berikut jerohan telah dimusnahkan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge