0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mobil Esemka Tak Diperhatikan, Rudy: Kalau Saya Presiden, Ya Malu

Jokowi dan Rudy saat naik Mobil Esemka (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Solo —  Kebijakan pemerintah terkait regulasi peredaran mobil murah di Tanah Air diklaim tidak adil. Pemerintah diminta untuk lebih memperhatikan kelangsungan mobil Esemka sebagai penggerak munculnya mobil nasional (Mobnas) daripada memberikan ijin peredaran mobil murah yang notabene berasal dari produsen luar negeri.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan, pemerintah harusnya lebih berpihak pada perkembangan mobnas. Salah satunya, dengan memberikan kemudahan dalam permodalan terhadap perkembangan mobnas.

“Mobil murah itu kan buatan luar negeri, (justru) dibiarkan. Namun Esemka justru tidak diperhatikan. Kalau saya sebagai Presiden, ya malu,” katanya kepada wartawan, Jumat (20/9).

Hingga kini, pria yang berperan sebagai motivator produk Esemka mengklaim, mobil Esemka yang diluncurkan di pasaran telah mencapai lebih dari 200 unit. Produsen Esemka kesulitan dalam mengembangkan produknya lantaran terkendala dengan permodalan.

Salah satu cara agar bisa berproduksi, PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) selaku produsen mobil Esemka menerapkan sistem pembayaran dengan uang muka (inden) terhadap setiap varian Esemka yang dipasarkan. Uang muka dari calon pembeli digunakan oleh PT SMK sebagai modal produksi.

Harapannya, produk Esemka sebagai pelopor industri Mobnas mendapat perhatian secara khusus dari pemerintah. “Yang utama bagi Esemka, Pemerintah harus memberikan kemudahan dalam hal permodalan,” ungkapnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge