0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

FWB, Upaya Nyata Melestarikan Wayang Orang

Anak-anak dari Sanggar Galuh Art, Malabar Selatan, Mojosongo, Jebres, Solo sebelum tampil dalam Festival Wayang Bocah di Gedung Wayang Orang Sriwedari, (dok.timlo.net/marhaendra)

Solo — Berhasil tidaknya regenerasi wayang orang di Kota Solo tidak dapat dipandang secara sepintas. Kesenian wayang orang yang diturunkan dari masa ke masa tersebut, tidak boleh punah di tangan generasi saat ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo Widdi Srihanto mengemukakan pihaknya berusaha keras untuk terus melestarikan kesenian wayang orang tersebut. Hal itu dirasa bukan pekerjaan yang mudah, mengingat kesenian yang telah berusia ratusan tahun tersebut terhambat dengan tantangan modernisasi jaman.

“Berhasil atau tidak (regenerasi), ini bukan kita yang menilainya, namun masyarakat. Butuh waktu yang panjang untuk mengetahui hal itu. Minimal kita sudah berusaha kenalkan kesenian wayang orang sejak dini agar itu tetap lestari. Dengan harapan minimal kenal dan tahu watak dari tokoh – tokoh wayang,” terang Widdi.

Untuk menarik simpati terutama dari kalangan anak-anak, lanjut Widdy, pihaknya mengemas Festival Wayang Bocah FWB) 2013 sedikit berbeda dari tahun lalu. Jika tahun lalu penyelenggaraan FWB hanya digelar di GWO Sriwedari, untuk tahun ini pihaknya memberanikan diri untuk membawanya keluar dengan mengambil venue di Benteng Vastenburg, Solo.

“Tahun ini kita kemas agak berbeda. Agar masyarakat dapat menikmati. Sementara untuk pesertanya dapat memberikan atmosfir berbeda dengan yang ada di dalam gedung,” papar Widdy.

Di tempat yang sama, seniman Kota Solo, ST Wiyono mengatakan pelaksanaan FWD yang diadakan beberapa tahun terakhir telah memberikan kontribusi besar bagi pelestarian wayang orang di Kota Solo. Disamping itu, icon wayang orang yang telah lekat dengan ‘Wong‘ Solo diharapkan tidak punah digenerasi saat ini.

“Pastinya, dengan memasukkan FWB dalam agenda even Kota Solo ini memberikan kontribusi besar bagi pelestarian budaya tersebut,” ujar pria yang juga selaku juri FWB 2013 tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge