0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Roy Marten Jadi Humas FFI 2013, PWI Keberatan

Roy Marten bersama Barisan Relawan Jokowi saat mementaskan teater singkat "Menculik Megawati Soekarnoputri" di Tugu Proklamasi, Jakarta, Jumat (16/8) (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Puncak acara Festival Film Indonesia (FFI) akan digelar pada bulan Desember 2013. Acara yang didanai pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan anggaran sebesar Rp16,5 Miliar ini, telah menampilkan performa para pelaksana, yang terdiri dari kalangan perfilman serta wartawan di dalam struktur kehumasan FFI.

Keterlibatan Roy Marten sebagai Humas FFI 2013 ternyata menuai kritik. Kritik disampaikan dengan petisi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya seksi Film dan Budaya. Sejumlah wartawan menyatakan keberatan atas penunjukan Roy sebagai humas.

Teguh Imam S, Ketua PWI Jaya Sie Film & Budaya, mengatakan Roy Marten tidak memiliki kapasitas memadai sebagai Humas FFI. “Kami menolak Roy Marten sebagai Ketua Bidang Humas dan Dokumentasi FFI,” tegas Imam sat dihubungi KapanLagi.com, Kamis (19/9).

Adapun inti petisi tersebut adalah menjabarkan alasan keberatan penunjukan Roy Marten sebagai Humas FFI 2013 dengan beberapa alasan sebagai berikut:

1. Bidang kehumasan adalah ranah wartawan yang professional di bidangnya.

2. Masih banyak wartawan (senior ) yang bisa dimintai waktu dan tenaganya untuk FFI.

3. Secara struktural dan profesi, Roy Marten tidak tepat/layak menjadi komandan’ bagi wartawan yang memiliki disiplin ilmu tersendiri.

4. Tidak ada urgensi Roy Marten menjadi Ketua Bidang Humas FFI. Sebaliknya, yang terjadi adalah FFI menjadi agen humas bagi Roy Marten. Tentu saja, nama besar Roy Marten di perfilman nasional tetap kami akui dan hormati.

5. Jika Roy Marten tetap dipertahankan, maka FFI tahun ini akan menjadi FFI paling melecehkan profesi wartawan.

“Dalam catatan kami, FFI dari tahun ke tahun tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan, walaupun sejak setahun lalu anggaran dapur FFI’ ditingkatkan cukup signifikan. Persoalan dalam FFI selama ini lebih diakibatkan faktor internal; yaitu buruknya manajemen dan munculnya kepentingan berbagai pihak di dalam kepantiaan,” kata Imam.

PWI Jaya, lanjut Imam, selalu aktif menyambut FFI dengan mengadakan berbagai cara seperti diskusi dan pameran foto behind the scene. “Berangkat dari semangat untuk ikut memperbaiki dan mensukseskan FFI 2013, kami yang juga adalah stakeholderperfilman menuntut kepanitiaan FFI benar-benar dipilih berdasarkan kapasitas dan kapabilitas di bidangnya masing-masing,” tegasnya.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge