0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Afif Abdul Majid Bantah Tuduhan Teroris

Tim Densus 88 memasukkan terduga teroris ke dalam mobil. (Ilustrasi) (dok.timlo.net/iwan dwi wahyu)

Timlo.net — Afif Abdul Majid (58), warga Waringinrejo, Cemani, Grogol, Sukoharjo membantah tuduhan Amerika Serikat (AS), bahwa dirinya adalah pemimpin senior Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) yang bertugas mengawasi pelatihan dan rekrutmen teroris di Indonesia. Tuduhan tersebut kata Afif, sebagai suatu tuduhan yang tak berdasar.

“Saya ini kan juru dakwah. Apa yang saya lakukan di masjid-masjid di Kota Solo dan sekitarnya semua terbuka. Kalau memang dakwah saya membahayakan pasti sudah bermasalah sejak dulu,” ujar Afif kepada wartawan, Kamis (19/9).

Menurut afif, jika dirinya disebut sebagai tukang rekrut, memang semua pendakwah bertugas untuk merekrut umat menuju kebaikan. Veteran perang Afghanistan dan Philipina Selatan tersebut mengaku dirinya memang anggota JAT dan pernah menjabat sebagai Panglima JAT Jateng.

“Saya sekarang anggota Dewan Syariah JAT Pusat. Saya hanya hadir pada kegiatan JAT jika diundang untuk membahas persoalan keumatan,” katanya.

Afif mengaku, saat ini sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mengajar di pesantren, majelis ta’lim di masjid-masjid. Selain itu, dia juga sering membantu usaha istrinya yang membuka bisnis pakaian muslim di tempat tinggalnya, yang tak tak jauh dari Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Solo.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) menerbitkan daftar hitam yang berisi nama dua warga Indonesia. Kedua warga tersebut yakni Afif Abdul Majid dan Said Ahmad Sungkar. Amerika menyebut keduanya tergabung dalam jaringan teroris di Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT).

Afif disebut sebagai pemimpin senior JAT yang mengawasi pelatihan dan rekrutmen teroris, sedangkan Said Sungkar disebut sebagai penggalang dana untuk operasional JI dan JAT. Amerika juga memutus dukungan dana dan pembekuan aset keduanya.

Mengenai aset di AS, Afif menyebut dirinya tak sedikitpun mempunyai aset berupa uang maupun barang di negara adidaya tersebut.

“Aset yang mana, wong saya ini cuma guru ngaji. Kalau AS menemukan aset saya di sana, silakan diambil saja,” paparnya.

Terpisah, juru bicara JAT Pusat, Sonhadi menganggap rilis AS tersebut hanyalah sebuah tawar-menawar bisnis security menjelang pelaksanaan APEC di Bali. AS menurut Sonhadi, ingin memberikan kesan bahwa Indonesia masih belum aman.

“Ini kan tawar menawar bisnis security menjelang pelaksanaan APEC. Sehingga perlu anggaran lebih untuk penggamanan pelaksanaan APEC,” tegasnya.

Sonhadi menegaskan, tuduhan tersebut hanyalah order AS kepada Pemerintah RI untuk terus menekan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir dan JAT.

“Buktinya, Ustaz Said Sungkar itu bukan anggota dan tidak pernah menjadi anggota JAT namun rilis tersebut jelas tertulis keduanya terlibat JAT. Itu artinya adalah pemaksaan AS untuk memojokkan JAT,” pungkasnya.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge