0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini Proses Kreatif Seniman Manca sebelum Tampil di SIPA 2013

Delegasi mancanegara SIPA 2013. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Perhelatan Solo International Performing Art (SIPA) 2013 siap dimulai besok, Jumat (20/9) malam. Perhelatan yang mengusung tema “The Lagend History of The World Culture” tersebut, akan dilangsungkan selama tiga hari di Benteng Vastenbugr. Berbeda dengan gelaran sebelumnya, untuk perhelatan kali ini akan lebih sempurna dan specktakuler.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang koreografer asal Swedia, Virphi Pahkinen. Dirinya mengaku telah mempersiapkan konsep pertunjukannya selama setahun penuh. Dalam penampilannya yang akan dihelat tanggal 21 September nanti dirinya akan menarikan tarian yang terinspirasi binatang laba-laba.

“Laba-laba memiliki kaki yang banyak, hal itu membuatnya makin menarik. Gerakan laba-labapun juga cenderung pelan namun pasti saat melahap mangsanya yang terperangkap. Dari sanalah saya menciptakan tarian ini,” ungkapnya kepada wartawan dalam jumpa pers yang diadakan di Rumah Makan Sawo Kecik, Grogol, Sukoharjo, Kamis (19/9).

Senada, salah satu delegasi dari Jepang yang mewakili kelompok sanggar tari Dance Theatre Ludens, Takiko Iwabuchi mengatakan, kelompoknya menyiapkan sebuah pertunjukan tari modern khas Jepang selama dua bulan penuh. Dirinya mempersiapkan sebanyak delapan penari untuk membawakan tarian berjudul “The Rite of Spiring” pada hari Sabtu (21/9) malam nanti.

Uniknya, antara komposer musik pengiring tari yakni Igor Stravinsky dengan perempuan yang juga ketua kelompok tersebut tidak pernah bertemu sama sekali. Mereka berhubungan dari jarak jauh dengan menggunakan email, dan selebihnya karya yang mereka ciptakan merupakan improvisasi dan kreasi dari kelompok Dance Theatre Ludens tersebut.

“Tarian kami berjudul “The Rite of Spring”, dimana tarian ini akan dibawakan oleh delapan orang penari. Gerak tariannya khas tari Jepang, namun dengan sentuhan kontemporer,” paparnya.

Sementara, delegasi SIPA asal India, Kiran Rajagopal mengungkapkan dirinya akan menarikan tarian klasik bernama Bharatanatyam dari India Selatan. Bentuk tarian tersebut terkesan lembut dengan sentuhan dan ekspresi wajah yang kental. Tak hanya itu, tarian yang akan dibawakannya tersebut telah berusia sekitar ratusan tahun.

“Persiapan sejak buan Juli, kami ingin menunjukkan tarian budaya India ke Solo, Indonesia,” singkatnya.

Selain menampilkan ketiga delegasi diatas, dalam gelaran SIPA 2013 kali ini juga akan mendatangkan sejumlah seniman dari berbagai wilayan di Indonesia, diantaranya Sanggar Seni Tanadoang (Sulawesi), Padnecwara (Jakarta), Nan Jombang (Sumatera Barat), Sanggar Lungun (Aceh), Wayang Ajen (Jawa Barat), Sanggar Tarara (Madura), dan Dinas Kebudayaan Jakarta Utara.

Sementara untuk delegasi mancanegara diantaranya, Noreum Machi (Korea Selatan), Zhuhai Hansheng Art (China), Laura Krifman (Inggris) dan University Sabah Malaysia (Malaysia).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge