0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bantuan Air Tak Cukup, Warga Terpaksa Rogoh Rp 30 Ribu

Warga antri air bersih. (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Para warga korban kekeringan di Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen mengeluhkan adanya bantuan air bersih yang dinilai tidak merata diterima warga. Seperti di Dukuh Grabagan dan Brak Bunder, Desa Katelan. Sebagian warga yang tidak mendapatkan jatah dropping air bersih terpaksa membeli air untuk kebutuhan setiap hari sebesar Rp 30 ribu.

Salah satu warga Brak Bunder, Supardi mengungkapkan, droping air yang diberikan ke warga tidak merata. Keadaan itu membuat warga berebut untuk mendapatkan air hingga menimbulkan perselisihan antar warga.

“Mereka yang tidak mendapatkan air, terpaksa membeli satu jerigen Rp 3.000. Karena kebutuhan air setiap harinya mencapai 10 jerigen, sehingga harus mengeluarkan Rp 30.000 untuk setiap harinya,” ujar Supardi, Kamis (19/9).

Supardi, berharap sebelum memberikan bantuan air bersih, seharusnya dinas terkait mendata terlebih dahulu jumlah kebutuhan warga. Sehingga saat dilapangan tidak menimbulkan kekurangan air.

“Karena kalau jatah air tak merata dikawatirkan warga yang berebut bisa terjadi keributan,” katanya.

Menanggapi hal itu, LSM Forum Masyarakat Sragen (Formas) menyatakan, krisis air sudah menimpa sejumlah warga di 5 kecamatan di Sragen Utara. Di antaranya Kecamatan Gesi, Tangen, Sukodono, Mondokan dan Kecamatan Jenar.

“Untuk kecamatan Tangen sendiri, krisis air sudah menimpa di lima desa seperti, Galeh, Katelan, Dukuh, Denanyar dan Jekawal,” terang Koordinator Formas Sragen Utara, Sri Wahono.

Dikatakan Wahono, Formas mendesak Pemkab Sragen agar mengoptimalkan bantuan air bersih. Sehingga bisa mencukupi kebutuhan warga yang tidak mendapatkan bagian air bersih.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge