0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tekan impor BBM, Ini Tugas Pertamina

Antri BBM di SPBU (Dok.Timlo.net/ Nanang R)

Timlo.net — Pemerintah, dalam menekan tingginya impor minyak, berencana menugasi PT Pertamina untuk melakukan investasi pembangunan kilang minyak.

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan kilang minyak dibutuhkan agar Indonesia mampu mandiri dalam memproduksi Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Kita juga tengah mengkaji agar (kekurangan) pasokan minimal 300 ribu barel tetap ada,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (19/9).

Pertamina juga masih menjajaki kerjasama pembangunan kilang dengan pihak Kuwait Petroleum Company dan Saudi Aramco. Realisasi pembangunan ini masih dalam tahap negosiasi karena pihak investor meminta sejumlah insentif yang sulit diberikan pemerintah.

“(Salah satunya) Mereka kan yang minta PPh hanya 5 persen, UUD kita 25 persen,” tuturnya.

Sebelumnya, proyek pembangunan kilang minyak Pertamina di Tuban dan Balongan terancam gagal. Soalnya, dua investor Timur Tengah yang akan menjadi mitra Pertamina, Kuwait Petroleum Corporation (KPC) dan Saudi Aramco, menuntut pembebasan bea masuk 10 jenis barang modal yang sulit dikabulkan Kementerian Keuangan.

Selain pembebasan bea masuk, mereka juga meminta laju pengembalian profit investasi atau Internal Rate Return (IRR) di atas 12 persen. Sebagai informasi, pembangunan dua kilang itu menelan dana investasi hingga Rp 90 triliun.

Saat ini Pertamina hanya memiliki 7 kilang di seluruh Indonesia dengan kapasitas produksi 770 ribu barel per hari, sementara kebutuhan BBM di Tanah Air mencapai 1,1 juta barel per hari. Alhasil, Pertamina harus mengimpor 300 ribu barel minyak untuk memenuhi kekurangannya.

Di sisi lain, presiden menginstruksikan agar produksi minyak harus sebesar 1,01 juta barel per hari pada 2014.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge